I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Curi Motor, Briker Cilik Masuk Bui

Rabu, 07 Maret 2012 - 11:31:15 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1894 kali

Kediri,m8nTera=Demi ambisi menjadi pembalap, dua bocah dibawah umur harus berurusan dengan pihak yang berwajib. DN (15) dan RN (16) diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Mojo, Kabupaten Kediri karena terbukti mencuri sepeda motor.
Keduanya diringkus petugas dari rumahnya masing-masing di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Mereka langsung digiring ke Mapolsek Mojo. Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan secara intensif.
Kasi Humas Polsek Mojo Brigadir Muhaimin mengungkapkan, kedua tersangka masih anak-anak. DN baru saja keluar kelas I Sekolah Teknik Mesin (STM). Sedangkan RN hanya protolan atau keluar paksa kelas III Sekolah Dasar (SD). Tetapi, keduanya akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Namun, proses lebih lanjut akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
“ Awalnya ada laporan kehilangan sepeda motor di Desa Bendo. Dua hari kemudian kami memperoleh informasi ada sepeda motor tanpa jok dan tanpa plat nomor di sebuah rumah kosong milik Pur, di daerah Jengglong, Dusun Besuki. Selanjutnya, kita lakukan pengecekan. Ternyata benar, sepeda motor tersebut adalah milik korban saudara Abu,” ungkap Muhaimin, Selasa (06/03/2012).
Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui bahwa pelaku pencurian sepeda motor Honda Grand dengan nomor polisi AG 3025 JC itu adalah dua orang anak dibawah umur. Selanjutnya, petugas mengamankan keduanya dari rumahnya masing-masing.
Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka melakukan aksinya di teras rumah korban di Dusun Besi, Desa Mlati, Kecamatan Mojo. Awalnya, mereka berdalih pergi bermain ke wilayah Kecamatan Mojo. Keduanya berjalan kaki dari Dusun Besuki yang jaraknya kurang lebih 35 kilometer.
Setibanya di depan rumah korban, mereka melihat sepeda motor tergeletak di samping tembok. Lantas muncul niat untuk mengambilnya. Berbekal obeng, DN yang memiliki kemampuan bidang otomotif, didapat dari sekolahnya berusaha membongkar bagian depan sepeda motor. Setelah berhasil menyalakan, keduanya langsung membawa kabur hasil curian itu ke daerah Besuki.
“ Saya sambungkan kabel-kabel supaya bisa nyala. Setelah itu saya bawa ke Besuki. Karena takut ketahuan orang tuan, kemudian sepeda itu saya simpan di rumah kosong milik pak Pur. Tetapi, masyarakat mengetahuinya. Kemudian sepeda itu dilaporkan ke kantor polisi,” aku DN dengan polos.
DN berencana memakai sepeda motor curian itu untuk balapan. Hobinya muncul sejak masuk SMK. Ia sendiri mengaku, keluar dari sekolah karena sudah tidak ada biaya. Ayahnya meninggal dan kini tinggal bersama ayah angkat. DN masih berharap hobinya dapat tersalurkan pada suatu saat nanti.
Sementara RN mengaku, hanya sekedar diajak DN. Sebagai teman, ia tidak menolak ketika diminta tolong DN mengantar ke Mojo untuk mencari sasaran sepeda motor. “ Saya hanya diajak dan tidak dibayar,” ungkap RN.
Polisi menjerat kedua tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Keduanya terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun. (nDol)