I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Tanah Bengkok Desa Tarokan, MISTIRIUS

Minggu, 08 Mei 2016 - 12:10:20 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 862 kali

Kediri – m9nTera News- Bola panas telah digulirkan oleh oknum Kepala Dusun ( Kasun) Gebangkerep Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, karenayang bersangkutan berani melawan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri. Berawal dari gugatan yang di layangkan Yatini, warga Desa Kedungsari, Tarokan kepada Siswandi bin Sapari, DKK yang juga menjabat Kasun Gebangkerep, Tarokan, Kediri. Yatini menggugat Siswandi karena tanah sawah yang dikelola Siswandi (Kasun) adalah lahan tanah warisan dari orang tuanya (mantan Kepala Desa Tarokan) seluas kurang lebih 17.530 meter persegi yang terletak di Dusun Bangkerep, telah di klaim tanah bengkok Desa Tarokan. Hasil putusan pengadilan Negeri Kabupaten Kediri nomer : 26/Pdt.G/2009/ PN. Kdi. Kketua Majelis Hakim I. Gede Mayun, SH.MH, Hakim Anggota Teguh Sarosa,SH.MH, Wiryatmi, SH.MH dan panitera pengganti Lilik E.lestari, SH, tanggal 22 juli 2009 menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Dalam kesepakatan tersebut salah satu isinya adalah, pihak kesatu (Yatini) meminta pihak kedua (Siswandi dan Umi Kalsum) untuk memberikan : A. sebidang tanah sawah seluas 17.530 M2 terletak di Dusun Gebangkerep, Desa Tarokan dan B. Tanah pekarangan di Dusun Gebangkerep, Desa Tarokan seluas 186 RU, dalam sidang terjadi kesepakatan pihak kesatu akan memberi kompensasi perdamaian sebesar 25 juta dibayar lunas kepada pihak kedua, dan pihak kesatu mengakui tanah seluas 86 ru (1216 M2) di dusun bangkerep adalah hasil pembelian dan sisa tanah 82 ru adalah milik pihak kesatu tetap diserahkan kepihak kedua. Tapi pada berita acara sita eksekusi Nomer: 09/2014/26/Pdt.G/2009/PN. Kdi tanggal 27 nopember 2014 juru sita pengganti Sutrisno yang didampingi dua orang saksi dari Pengadilan Negeri KaB. Kediri bersama dengan petugas Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kediri (BPN) sebanyak tiga orang mendatangi balai Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan Kab. Kediri. Mereka ditemui Supadi. SE Kades Tarokan, Siswandi dan Camat Tarokan Suherman dan akan melaksanaka perintah Putusan Pengadilan Nomer : 09/2014.26/Pdt.G/2009/PN. Kdi tanggal 19 nopember 2014 yaitu untuk melaksanakan sita eksekusi (Eksecutorial Beslag) berdasarkan Akta perdamaian pengadilan negeri kediri No: 26/Pdt.G/2009/PN.Kdi tanggal 22 juli 2009. Tapi Kepala Desa Tarokan Supadi. SE dengan tegas mengatakan bahwa tanah yang di maksud dalam eksekusi tersebut “tidak jelas” keberadaannya. Karena menurutnya identitas tanah tersebut tidak menyatakan secara jelas dan pasti mengenai persil, klas tanah dan batas-batasnya . selain itu dia juga menambahkan tanah yang di eksekusi tersebut merupakan tanah bengkok Kasun Gebangkerep dan Kaur Pemerintahan, yang dikelola oleh Kaur Umum Desa Tarokan dengan menunjuk bukti pemberitahuan pajak terhutang tanah tersebut dan buku krawangan desa. Dengan keterangan dan bukti yang ditunjukan oleh Kepala Desa dan Perangkatnya, eksekusi tidak dapat dilaksanakan. Hasil investigasi team dengan meminta keterangan saksi saksi serta tokoh masyarakat dusun Gebangkerep yang tidak mau disebut namanya mengatakan, “setahu saya ini adalah milik nenek moyangnya bu Yatini, dan buak tanah bengkok, saya juga heran kok tiba-tiba menjadi tanah bengko”. Tuturnya dengan bahasa jawa. Sedangkan dari data yuridis BPN Kab. Kediri Nomer :826/BPN-P dan PT tanggal 27 juli 2007 Kabupaten Kediri tertulis jelas bahwa tanah obyek yang di sengketakan tersebut bukan tanah bengkok Desa Tarokan tetapi tanah / sawah Yasan/ klas S2, persil nomer 65A, Petak 04/014, Luas 17530. Sedangkan pihak Pemerintah Daerah setetelah mendapatkan laporan, lansung menurunkan Satpol. PP untuk melihat lansung tanah yang disengketakan tersebut. Berkembang informasi, Lurah, Camat dan para pihak yang terlibat akian di pimintai ketengan minggu depan. (Mud)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)