I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Masyarakat

Puluhan Karyawan Hotel Insumo Palace Dduduki Balai Kota

Rabu, 14 Maret 2012 - 06:26:55 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Masyarakat - Dibaca: 1022 kali

Kediri,m8nTera=Sekitar 50 orang karyawan Hotel Insumo Palace Kediri Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri mendatangi Balai Kota Kediri Jalan Basuki Rahmad dan bahkan sempat ‘menduduki’ ruang lobi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri.. Mereka meminta peran serta Pemkot Kediri untuk ikut memediasi sengketa kepemilikan hotel antara keluarga Daniel Suprapto dan bos PT Triple S Kediri Sony Sandra.
 
Sebab, sengketa kepemilikan hotel yang berkepanjangan mengorbankan karyawan. Hingga saat ini, ratusan pekerja Hotel Insumo belum menerima gaji dari manajemen yang statusnya masih dalam proses penentuan oleh dua lembaga pengadilan yakni, Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri dan PN Surabaya. “Kami minta Pemkot turun tangan, karena kebutuhan kami sudah mendesak, sementara gaji belum juga dibayarkan,” ujar Purnomo, salah satu karyawan Hotel Insumo
 
Karyawan dan karyawati meluruk Balai Kota Kediri dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Balai Kota mereka menggelar orasi sambil membentangkan poster bertuliskan, Pihak Manajemen Untuk Segera Membuka Kembali Hotel Insumo. Supaya Karyawan Dapat Dikaryawakan Kembali.
 
Setelah berorasi selama kurang lebih 30 menit, sebanyak delapan orang perwakilan karyawan dipersilahkan masuk. Mereka ditemui oleh Sekretaris Kota (Sekkota) Kediri Agus Wahyudi di Ruang Khusus, Balai Kota Kediri. Sementara puluhan rekannya masih tertahan dihalaman dengan penjagaan ketat dari aparat gabungan Polres Kediri Kota dan Satpol PP Kota Kediri
 
Dia juga berharap, meski status kepemilikan Hotel Insumo masih ada sengketa, namun hak karyawan juga harus diperhatikan. “Kami minta Pak Wali turun langsung menangani masalah ini, kami butuh susu, butuh bayar cicilan motor, dan kebutuhan lain-lain,” pintanya.

Sengketa kepemilikan Hotel Insumo Kediri sampai saat ini masih terus berlangsung. Kedua belah pihak mengklaim sama-sama memiliki hal untuk mengelola. Sementara itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Kediri Kota memasang garis polisi terhadap Hotel Insumo. Sehingga, kegiatan jasa di sana menjadi lumpuh.
 
Sementara itu, Sekretaris Kota Kediri Agus Wahyudi mengatakan, saat ini mediasi masih terus dilakukan antara kedua kubu. Namun demikian, untuk sementara waktu pihaknya menyarankan agar pengelolaan sementara hotel Insumo diserahkan pada tim independent. “Jalan tengahnya, semua mundur dari manajemen hotel, dan diserahkan tim independent yang mengelola,” ujarnya.
 
Menurutnya, dengan dikelola independent, maka semua hak karyawan bisa terpenuhi, mengingat kasus sengketa kepemilikan hotel Insumo saat ini masih dalam proses persidangan. “Dengan dikelola tim independent, aktifitas hotel kembali bias dibuka dan police line dilepas,” ujarnya.
 
Sementara itu terkait gaji karyawan yang belum terbayarkan, Agus meminta manajemen segera membeyarkannya, karena itu merupakan hak karyawan. “Yang berhak menggaji yang yang menerima kerja dulu (Daniel. red),” ujarnya.
 
Menanggapi wacana itu,  Sony Sandra mengaku sepakat, jika untuk sementara waktu, hotel dikelola tim independent. “Saya selalu siap dengan apa yang direncanakan Pemkot, begitu juga dengan pengelolaan oleh tim independent,” ujarnya.
 
Terpisah, Manajer Hotel Insumo Palace Daniel Suprapto mengaku belum bisa memberikan kepastian pencairan gaji, mengingat hotel Insumo saat ini sedang tutup karena hotel sedang dipasangi police line. “Sejak dipasang polibe line, keuangan hotel terus minus,” ujarnya.
 
Padahal pihak manajemen membutuhkan biaya sekitar Rp 150 juta setiap bulan untuk membayar gaji karyawan dan operasional. “Kami tetap meminta agar kepolisian tidak terlalu ikut campur dalam ranah perdata, makanya kami selalu minta agar police line segera dilepas,” ujarnya.
 
Namun demikian, dia tetap berupaya untuk meberikan solusi pemberian gaji tersebut / hanya saja saat ini masih dalam proses. “Kami selalu berupaya untuk memberikan gaji karyawan, hanya saja untuk saat ini memang belum bias,” ujarnya.
 
Sementara itu, ketika disinggung pengelolaan hotel diserahkan tim independen, Daniel belum bisa memberikan kepastian jika hotel dikelola tim independent. “Kami serahkan pada pengacara saya saja, kalau menurut pribadi, saya no comen,” ujarnya.

Kapolres kediri kota AKBP Ratno Kuncoro mengaku tetap tidak akan melepas police line selama konflik kedua kubu masih berlangsung  dan fihaknya lebih sepakat, jika pengelolaan hotel insumo dikelola tim independent. “Kamis depan keputusannya, selama belum damai, kami tetap tidak akan membuka police line,” ujarnya.(iF)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)