I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Tunggu Penumpang, Tukang Becak Dibunuh

Rabu, 14 Maret 2012 - 06:31:19 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1921 kali

Kediri,m8nTera=Seorang tukang becak di Kediri menjadi korban pembunuhan. Nasib nahas itu dialami Semiyono (65) warga Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri tewas setelah kepalanya dikepruk batu dengan berat sekitar 2 kilogram.
Jenazah korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Kediri. Tetapi karena desakan keluarga, akhirnya gagal dilakukan outopsi. Sedangkan pelaku yang mengaku, bernama Teodora (25) warga Jalan Ngurah Rai, Kabupaten Tulungagung langsung diamankan. Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Purwoasri.
Kapolsek Purwoasri AKP Sartana mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku dari sekitar Pasar Perak, Kabupaten Jombang. Barang bukti berupa batu ukuran besar diamankan dari tangannya
Mantan Kapolsek Ngancar bercerita, awal mula kejadian itu saat korban menunggu penumpang di tepi Jalan Raya Desa Mekikis dengan tidur-tiduran di kursi penumpang. Pelaku menaiki sepeda pancal melintas di sampingnya langsung menimpakan batu berukuran besar ke arah kepala
Akibatnya, kepala bagian korban remuk. Dia mengerang kesakitan hingga terjatuh dari becaknya. Selanjutnya, warga sekitar menolongnya. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang. Namun, nyawa korban tidak tertolong. Dia menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke kantor Polsek Purwoasri. Selanjutnya petugas bergerak mencari keberadaan pelaku. Ternyata, pelaku sedang mengamuk di sekitar Pasar Perak. Berkat kerjasama dengan Polsek Kedung Mulyo, akhirnya pelaku berhasil diamankan
AKP Sartana mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku ditengarai mengalami gangguan kejiwaan. Selain terus mengamuk, pelaku juga menunjukkan alamat tempat tinggalnya yang tidak benar. Petugas mengecek alamat yang diberikan ternyata Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
“ Untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, kami akan meminta psikiater melakukan pengecekan. Saat ini, pelaku kita amankan di sel tahanan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa lainnya,” ujar AKP Sartana, Senin (12/3)
Sartana menambahkan, apabila hasil pemeriksaan psikiater, pelaku dinyatakan waras, maka akan disangkakan pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan berat. Dia bisa terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun. (nD0l)