I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Korupsi Dana Kasda Tahun 2007 Rp 500 M Kepala Bappeda Kota Kediri Dijemput Paksa dari Kantornya

Jumat, 18 November 2016 - 00:46:01 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 266 kali

Kediri,m9nTera=Kejaksaan Negeri Kediri akhirnya beri pernyataan resmi terkait penahanan Kepala Bapadan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri Suprapto. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri itu merupakan terpidana korupsi dana kas daerah (kasda) Kota Kediri tahun 2007 sebesar Rp 500 miliar.

 

Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri Supriyadi mengatakan, terpidana dijemput paksa dari kantornya. Penjemputan paksa tersebut merupakan eksekusi terhadap putusan Mahkamah Agung yang memvonis terpidana dengan hukuman penjara selama 1 tahun.

 

“Kami hanya menjalankan amar putusan dari Mahkamah Agung. Kami jemput paksa terpidana, kemudian kami periksa dan kami bawa ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri untuk menjalani masa hukuman,” tegas Supriyadi di kantornya, Kamis (17/11/2016).

 

Kasus korupsi yang membelit Suprapto ini terjadi para era Walikota Kediri H. Achmad Maschut. Adapun modus operandinya, terpidana Suprapto bersama Kepala Kas Daerah Kota Kediri Edy Herwanto bersama-sama menginvestasikan dana kasda ke PT. Sentra Arta Utama (SAU), mitra kerja Bank BNI Kediri.

 

Pada tahap awal, terpidana menginvestasikan dana sebesar Rp 300 miliar. Dana yang berada di bank pemerintah (Bank Jatim) itu dipindahkan ke Bank BNI Kediri. Dari perbuatan melawan hukum inilah terpidana mendapatkan bunga bank dan dana taktis sekitar Rp 300 juta.

 

Merasa aman, perbuatan itu diulangi kembali. Pada tahap kedua, terpidana menginvestasikan dana kasda senilai Rp 20 miliar. Tetapi, karena ada pemeriksaan keuangan, akhirnya dana tersebut ditarik kembali. Sampai akhirnya, Kejaksaan Negeri Kediri berhasil mengungkapnya.

 

Pada persidangan di tingkat pertama yaitu, Pengadilan Tipikor Surabaya, kedua terpidana dijatuhi vonis hukuman selama 1 tahun penjara. Terpidana Edy menerima putusan tersebut, sedangkan Suprapto menempuh upaya hukum banding. Tetapi, Mahkamah Agung (MA) justru mengeluarkan putusan yang menguatkan vonis Pengadilan Tipikor Surabaya. 

 

Kedua terpidana dinyatakan bersalah telah melanggar pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 55 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

Sementara itu, diberitakan sebelumnya oknum pegawai di lingkungan Pemkot Kediri berinisial SP (Suprapto) dikabarkan telah dijebloskan ke Lapas Kelas II A Kediri. Aparatur negara ini ditahan dalam kasus penyelewengan dana kasda Kota Kediri tahun 2007. (ndol).




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)