I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Dicopot, Perangkat Desa Rembang Kepuh Mewek

Selasa, 19 September 2017 - 07:32:19 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 73 kali

Kediri,m9nTera= Baru dua tahun bekerja, tiga orang perangkat Desa Rembang Kepuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri dicopot dari jabatannya. Mereka harus menanggalkan jabatannya karena pelantikan ketiganya dinilai cacat hukum.

Ketiga perangkat desa ini adalah Prayugo Daya Septian, selaku Kepala Dusun (Kasun) Rembang Kepuh, Andi Kurniawan, Kasun Tawangrejo dan Eka Fitri Rahmita, Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Desa Rembang Kepuh. Mereka menerima surat keputusan (SK) pemberhentian dari Pejabat Sementara (PJs) Kepala Desa Rembang Kepuh Rahmadi di balai desa, Senin (18/9/2017).

Camat Ngadiluwih Agus Cahyono mengatakan, kesalahan ketiganya karena dilantik sebagai perangkat desa tanpa rekomendasi dari camat. Yang ia maksud adalah camat sebelum dirinya Lalu Adi Kusuma. Selain dinilai cacat hukum, Kepala Desa Rembang Kepuh sebelumnya yaitu Solikin juga telah diberhentikan secara tidak terhormat.

“Masalah Rembang Kepuh kami hanya melaksanakan sesuai petunjuk. Sebab sudah ada keputusan PTTUN yang mempunyai kekuatan hukum tetap kepada bapak Solikin. Akhir Agustus kemarin kami dapat surat dari Pemkab Kediri yang menguatkan pemberhentian Bapak Solikin dan sekaligus melaksanakan pencabutan SK perangkat desa yang dilantik tanpa rekomendasi pak Camat,” jelas Agus Cahyono.

Dia menjelaskan, ketika masih menjabat kades, Solikin melantik para perangkat desa hasil seleksi, pada 17 Desember 2015 lalu. Ada lima orang perangkat yang dilantik. Dua orang dinyatakan sesuai prosedur, tetapi tiga lainnya dianggap cacat hukum, karena tidak memperoleh rekom dari camat.

“Berdasarkan surat itu, kemudian kami menindak lanjuti dengan pencabutan SK ketiganya. Kami sudah koordinasi dengan BPD maupun bapak Solikin. Kami juga sosialisasi kepada perangkat yang SK-nya dicabut. Lalu saya meneruskan surat ke PJs Kepala Desa. Hari ini dilakukan penyerahan SK pencabutan tersebut,” jelasnya.

Agus menambahkan, pada hari Kamis kemarin pihaknya mengundang ketiga perangkat desa yang diberhentikan ke Kantor Kecamatan bersama Pjs Kades. Dia menjelaskan perihal rencanya penyerahan SK pencabutan. Awalnya, SK akan diserahkan ke Kantor Kecamatan Ngadiluwih, tetapi karena ketiganya minta di balai desa, akhirnya hari ini dilaksanakan di balai desa.

Ditemui di depan Balai Desa Rembang Kepuh, ketiga perangkat desa yang diberhentikan tersebut terlihat masih shock. Bahkan, satu diantaranya terlihat menangis. Mereka tidak menyangka akhirnya harus kembali sebagai masyarakat biasa. Semestinya mereka akan bekerja sebagai abdi masyarakat di desa hingga masa pensiun diusia 60 tahun. Tetapi baru dua tahun bekerja, sudah diberhentian.

Mewakili dirinya sendiri dan dua temannya, Andi kurniawan mengaku, masih berfikir, apakah menerima keputusan Pjs Kades Rembang Kepuh atau kah melangkah melalui jalur hukum. Menurutnya, sewaktu mengikuti proses seleksi sudah sesuai prosedur. Bahkan, dia mendapatkan undangan pelantikan dari panitia rekrutmen perangkat desa.

“Saya sudah mengikuti setiap tahapan seleksi. Sudah dinyatakan lolos, baik tes tulis maupun wawancara. Saya juga dapat undangan pelantikan dari panitia. Semuanya sudah saya lakukan. Tetapi katanya tidak sesuai prosedur karena tanpa rekomendasi dari pak Camat,” ucapnya.

Untuk diketahui, Solikin resmi diberhentikan secara tidak hormat oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, setelah gugatan yang diajukan ke PTTUN ditolak. Solikin dianggap melakukan kesalahan dengan melantik perangkat desa tanpa rekomendasi camat. Imbas dari pemecatan Solikin, kini tiga perangkat desa yang dilantik terpaksa harus meninggalkan jabatannya. sumber:beritajatim.com