I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Tukang Parkir Nyaris Bantai Pasangan Kumpul Kebonya

Selasa, 20 Maret 2012 - 15:29:46 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1781 kali

Kediri,m8nTera=Sukirno (55) nyaris mengakhiri hidup pasangan kumpul kebonya Fatimah (52) gara-gara ditinggal melacur. Bapak dua anak itu telah meremukkan kepala korban dengan kursi kayu dan menusuk rahangnya dengan pisau dapur.
 
Akibatnya, Fatimah harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. Kepalanya robek sehingga harus memperoleh tiga jahitan. Begitu juga dengan rahangnya berlubang bekas tusukan senjata tajam. Sedangkan Sukirno diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Kota Kediri. Dia terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun karena terjerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan pemberatan.
 
Kapolsek Kota Kediri Kompol Abraham Sisik mengungkapkan, Sukirno diamankan dari tempat persembunyiannya di sekitar pasar barang-barang bekas di Kota Kediri. Petugas masih mengambil keterangannya untuk melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
 
Saat dikonfirmasi di Mapolsek Kota Kediri, Sukirno mengaku, kalap. Dia naik pitam usai mendengar kabar wanita idamannya melacur dengan Pria Idaman Lain (PIL) di Eks Lokalisasi Cerme, Desa Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
 
“ Saya sempat mengajak sholat berjamaah berdua. Setelah itu, dia berkemas-kemas dan hendak pergi. Saat itulah emosi saya memuncak,” ujar Sukirno bercerita awal mula pertikaian dengan korban, Senin (19/3) kemarin.
 
Peristiwa berdarah itu berlangsung di tempat kos mereka di Gang V, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, tidak jauh dari Eks Lokalisasi Semampir, Kota Kediri pada Sabtu (17/3) sekitar pukul 18.00 WIB lalu. Sukirno menghalau kepergian kekasihnya dengan mendorong tubuhnya hingga terjatuh ke lantai
 
Selanjutnya, pria asal Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten itu memukuli kepala korban menggunakan sebuah kursi kecil terbuat dari kayu hingga tanpa ampun. Wanita asal Desa Pekalongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang tersebut terus meronta kesakitan. Tetapi Sukirno semakin kesetanan. Bahkan, dia justru mengambil sebilah pisau dapur lalu menghujamkan ke arah rahang korban.
 
Tak pelak, darah segar keluar dari rahang dan kepala Fatimah. Darah itu mengalir dan melumuri wajahnya serta membasahi lantai. Setelah melihat kekasihnya tidak berdaya, Sukirno baru menghentikan aksi brutalnya.“Saya tersadar sudah melukainya. Kemudian saya lepaskan pisau itu dan meninggalkannya pergi,” aku Sukirno.
 
Masyarakat setempat menolong Fatimah. Mereka melaporkan kejadian itu ke Kantor Polsek Kota Kediri. Tetapi, saat petugas datang Sukirno telah tiada. Dia kabur meninggalkan tempat kosnya dan bersembunyi di suatu tempat. Petugas menyita sebilah pisau dan sebuah kursi kayu. Kemudian petugas membawa korban ke rumah sakit.
 
Dua hari setelah kejadian itu, polisi mendatang informasi jika Sukirno bersembunyi di rumah salah satu temannya. Akhirnya, dia diamankan tanpa perlawanan. Sukirno mengaku sudah khilaf. Dia berharap agar masalahnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Sukirno berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
 
“ Saya sadar bahwa dia bukan istri. Tetapi kami saling mencintai. Sehingga saya cemburu melihatnya bersama pria lain. Saya berharap perkara ini bisa didamaikan saja,” pinta Sukirno. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir itu belum lama tinggal berdua dengan korban. Dia rela meninggalkan istrinya Yayuk, karena terpesona dengan kekasihnya itu.
 
Sukirno mengaku, tengah mengurus surat perceraian dengan Yayuk, istri sahnya. Bahkan, dia bermaksud mempersunting korban. Tetapi karena kabar tentang perilaku korban yang telah melacur dengan PIL-nya berinsial LAN, membuatnya emosi. (nDol)