I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Residivis Baku Pukul dengan Polisi

Kamis, 22 Maret 2012 - 15:25:16 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1948 kali

Kediri,m8nTera=Seorang buronan sekaligus residivis pencuri ayam tetangga terlibat baku pukul dengan anggota polisi. Mistur (48) berusaha melawan petugas Buru Sergap (Buser) Polres Kediri yang hendak menangkapnya.
 
Pria asal Desa Butuh, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri itu akhirnya menyerah setelah mendengar tembakan peringatan petugas. Kini dia harus meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Kediri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
 
Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Masbukin mengungkapkan, Mistur sudah tiga tahun ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO). Dia terbukti melakukan pencurian mesin disel milik Salam (55), tetangganya.
 
“ Kami memperoleh informasi bahwa Mistur baru saja pulang dari Kalimantan. Kemudian kami mencari tahu keberadaanya,” ungkap Masbukin, Rabu (21/03/2012). Berdasarkan hasil penyelidikan, Mistur diketahui berada di sekitar Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo. Akhirnya, petugas berupaya menangkapnya.
 
Namun, proses penangkapan Mistur diwarnai pertikain. Dia berupaya melawan petugas. Tak ayal, baku pukul antara pelaku dengan polisi pun terjadi. Mistur sempat lolos dari sergapan petugas. Sampai akhirnya, petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara.
 
Karena ketakutan, pria berpostur tinggi besar itu langsung tiarap. Kemudian petugas menyergapnya beramai-ramai. Akan tetapi, ketika digiring ke mobil, Mistur kembali berontak. Dia berusaha melepaskan diri kembali. Petugas yang berjumlah lebih dari lima orang akhirnya berhasil melumpuhkannya.
 
Mistur mengaku, sengaja kabur ke Kalimantan untuk menghindari petugas. Selama berada di Kalimantan, dia bekerja di pabrik kayu. Mistur pulang ke Kediri karena kangen dengan keluarganya. Di hadapan petugas, dia mengakui semua perbuatannya.
 
Mistur mencuri disel milik tetangganya pada malam hari. Barang hasilcurian, kemudian dijual kepada Supri, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Kras. Uang hasil penjualan sebesar Rp 1,2 juta digunakannya untuk makan sehari-hari
 
Polisi menjerat Mistur dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Mistur terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun. (nDol)