I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Masyarakat

Gelar Doa Bersama Unas, Dinasa Pendidikan Pungut Siswanya Rp 3000

Rabu, 04 April 2012 - 18:20:35 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Masyarakat - Dibaca: 796 kali

Kediri,monTera= Dengan dalih untuk operasional pelaksanaan doa bersama untuk menghadapi ujian nasiona (Unas), Dinas Pendidikan Kota Kediri memungut siswanya sebesar Rp 1500 per anak.

 
Salah seorang guru disalah satu SMP Negeri Kota Kediri mengaku, pihaknya juga mengakui menerima edaran dari Dinas Pendidikan untuk menyumbang Rp 3000 per anak dalam rangka doa bersama di Stadion Brawijaya, Kamis (5/4) pagi. “Kami sudah menerima edarannya, dan semua siswa yang mengikuti unas diwajibkan membayar semua,” ujarnya.
 
Dia juga sempat bingung, selain ada iuran untuk doa bersama sebesar Rp 1500, namun juga ada tarikan lain. Yakni untuk pengamanan Unas nanti sebesar Rp 1500. “Padahal semua kegiatan ujian kan sudah dianggarkan dalam APBD, tapi kenapa masih dibebankan pada siswa lagi,” ujar guru yang juga menjabat di jajaran structural akademik ini.
 
Bahkan, dia sempat menyayangkan panitia pelaksana yang tidak menyediakan tempat parker untuk acara itu. Dia sempat kebingungan mencari tempat parkir sepeda untuk para siswanya. “Saya tunggu sampai semua siswa mau pulang, namun tidak ada panitia yang dating memberitahukan lokasi parkir. Akhirnya tadi terpaksa semua siswa saya instruksikan agar sepeda-nya dititpkan di Mapolsek Kediri Kota, tentunya terlebih dahulu saya ijin ke Polsek,” ujarnya.
 
Menurutnya, doa bersama hanya akal-akalan Dinas Pendidikan saja, karena hamper disemua sekolah menggelar doa bersama di sekolahnya masing-masing dan gratis. “Kami nanti pertengahan bulan April ini juga menggelar doa bersama, dan murni tidak menarik iuran ke siswa,” ujarnya.
 
Hal yang sama juga diungkapkan salah satu Kepala Sekolah SMA swasta di Kota Kediri, seharusnya, jika memang menggelar doa bersama dengan niat mendoakan agar sukses unas, harusnya tidak ada pungutan-pungutan. “Meski nominalnya kecil, tapi kalau dikalikan jumlah siswa se-kota Kediri sudah berapa jumlahnya,” ujarnya.
 
Apalagi, dalam agenda doa bersama nanti juga sangat kental nuansa kepentingan politis dari Walikota Kediri Samsul Ashar. “Hampir setiap kali ada pertemuan kepala sekolah yang dihadiri Walikota, pasti dinas pendidikan meminta iuran kepada para kepala sekolah,” ujarnya.
 
Jika di salah satu SMP Negeri mengaku membayar Rp 3000 per siswa, untuk SMA swasta ditempatnya, hanya Rp 1500 yang digunakan untuk doa bersama saja. “Kalau edaran yang saya terima, hanya Rp 1500 kok, mungkin tidak sama,” ujarnya.
 
Informasi yang berhasil dihimpun, untuk tingkat SMP Negeri semua sekolah dikumpulkan dan disetorkan pada bendahara MKKS Yayuk Cahyaningsih, sementara tingkat SMA juga disetorkan pada bendahara MKKS tingkat SMA. Dengan jumlah peserta mencapai 14 ribu siswa.
 
Namun sayang, baik Yayuk, maupun Kepala Dinas Abdul Wahid Anshari tidak bias dihubungi, Yayuk ketika dihubungi mengaku tidak jelas dengan alasan jaringan telepn seluler. “Maaf suaranya tidak jelas, nanti saja saya hubungi balik, karena saya masih rapat di Jakarta,” kata Yayuk.
 
Terpisah, Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri membantah, jika dalam acara gelar Doa bersama yang diselenggarakan komunitas Gus DURian bekejasama dengan Pemkot Kediri dan Dinas Pendidikan ini ditarik biaya. “TIdak benar itu, karena anak saya juga ikut, ketika saya tanya, tidak bayar tuh,” ujarnya.(iF)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)