I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Korban Marinir Gadungan Bertambah 5 Orang

Kamis, 12 April 2012 - 18:44:40 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1791 kali

Kediri,m8nTera=Budiono (31), tukang servis Hand phone (HP) yang berpura-pura sebagai anggota TNI-AL dari kesatuan Marinir yang digrebek petugas Buru Sergap (Buser) Polres Kediri Kota karena berdua-duaan dengan janda di kamar salah satu hotel di Kota Kediri, Selasa (10/04/2012) kemarin masih terus menjalani serangkaian pemeriksaan penyidik Tindak Pidana Umum (Pidum) Polres Kediri Kota. Kepada penyidik pria asal Desa Besuki, Sambit, Kabupaten Ponorogo tersebut mengaku, telah memperdayai sedikitnya lima orang perempuan. 

Informasi yang diperoleh, kelima korban Budiono masing-masing, Wiwit asal Waru, Sidoarjo, Suliati asal Jojoran, Eka Ayu dari Kabupaten Malang, Poulina dan Kalimantan dan terakhir adalah Aris Setiani dari Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Aris adalah janda yang sebelumnya tertangkap bersama Budiono di kamar hotel. Mereka dipergoki ketika berbuat mesum. Aris sedang ngemut kemaluan tersangka, padahal belum suami-istri.

" Hanya mencari sensasi saja. Supaya bisa pacaran dengan mereka," aku Budiono, Rabu (11/04/2012) siang. Diantara kelima korbannya, Wiwit adalah satu-satunya yang masih berstatus sebagai mahasiswi. Bahkan, karena terpedaya oleh rayuan Budiono, dia rela melepas sebuah laptop merk HP miliknya. " Pinjam dua hari, tetapi sudah delapan hari belum saya kembali. Saya berbohong," imbuh Budiono, mengakui perbuatannya.

Berdasarkan pemeriksaan, Budiono juga memakai tiga nama palsu untuk meyakinkan para korbannya. Diantaranya sersan mayor (serma) Joko, Farid dan Rizal. Budiono menambahkan, dari kelima pacarnya (korban, red) hanya Aris yang sudah ditiduri. Alasannya, dia bersungguh-sungguh ingin menikahi janda satu anak itu. Bahkan, Budiono kerap meminta kepada orang Aris supaya segera direstui, agar dia bisa mempersuntingnya.

Selain menjerat tersangka dengan pasal 228 KUHP tentang penggunaan tanda jabatan suatu kesatuan, polisi juga menerapkan pasal 378 KUHP tentang penipuan. Budiono dijebloskan ke dalam sel tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. " Kemungkinkan jumlah korbannya masih bisa bertambah. Kami berharap mereka bisa melapor supaya bisa dimintai keterangan," ujar Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono. 

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria yang berdandan layaknya anggota TNI-AL dari kesatuan Marinir atas nama Budiono digrebek petugas Buser Polres Kediri Kota bersama seorang janda di sebuah kamar salah satu hotel di Kota Kediri. Ketika dipergoki "anu" nya si marinir gadungan ini tengah diemut oleh pasangannya. Sepintas memang mirip dengan pasukan marinir. Potongan rambutnya cepak, berkaos dan celana doreng dengan tulisan marinir. Tak lupa sepatu pantopel hitam besar dan tas rangsel gendong dikenakan

Selain itu juga mengenakan asesoris kalung panjang dengan leontin berupa plat berwarna silver bertuliskan marinir. Pria lulusan STM (Sekolah Tehnik Mesin) yang kini menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan mesin di Surabaya ini mengakui semua perbuatannya. Obsesinya menjadi Marinir, katanya sangat tinggi. Itu karena, sebelumnya gagal dalam seleksi pendaftaran anggota TNI-AL di Surabaya. Kegagalan tersebut dikarenakan tinggi badan Budiono kurang memenuhi syarat. 

Akhirnya muncul niat untuk berpura-pura sebagai anggota TNI-AL dari kesatuan Marinir. Dia memperoleh kaos doreng bertuliskan marinir dari kakaknya. Sementara sepatu pantopel dan tas rangsel diperoleh dari membeli di Pasar Wonokromo Surabaya. Tujuannya agar dia bisa macari para korbannya. (nDol)