I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Lelang Buku SD dan SMA di Kota Kediri Berbau Korupsi MAKI Laporkan Kadisdik ke Kejaksaan Tinggi

Kamis, 12 April 2012 - 18:49:28 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1318 kali

Kediri,m8nTera=Pengadaan buku dan alat tulis siswa Sekolah Dasar (SD) dan SMA di Kota Kediri diduga terjadi praktik 

Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Oleh karena itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia 

(MAKI) melaporkan Kepala Dinas Pendidikan setempat Abdul Wahid Anshari ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya.

" Kami menganggap bahwa lelang yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri cacat hukum, dimana pelanggaran 

perpres 54 tahun 2010 terutama di pasal 6 huruf E peran ganda atau afiliasi sangat jelas. Parameternya, keberadaan 

pemenang yaitu, PT. Nyata Grafika Media Surakarta. Dimana, PT. Nyata Grafika Media dengan direktur Bapak Mohammad 

Farid dengan CV. Mekar Prima Mandiri sama-sama mengikuti lelang, hubungan kekerabatan jelas, tetapi panitia menafikan 

itu," ujar  Ketua LSM Maki Heru Satryo, Rabu (11/04/2012).

Berdasarkan hasil investigasi, imbuh Heru, juga ditemukan pda pengikut lelang untuk PT. Era Adi Citra Intermedia dan PT. Era 

Pustaka Utama memiliki kesamaan alamat yaitu di Jl. Slamet Riyadi No 485 H Ngendroprasto, Pajang, Kaweyan, Solo. Kemudian 

PT. Kya Graha dan PT. Koesoemo Nagoro, dimana ada kesamaan orang baik di jajaran komisaris dan jajaran pengurus direksi 

mulai direktur serta staf (akta notaris)

" Kami meminta sudah dilakukan lelang ulang, atau retender. Karena jelas bahwa lelang yang sebelumnya cacat hukum. 

Langkah-langkah yang sudah kita tempuh adalah mengirimkan surat kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan 

Jasa Pemerintah (LKPP) Pusat, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Kemudian, hari ini kita melapor secara resmi atas 

nama lembaga ke Kejaksaan Tinggi, supaya segera digelar bedah kasus. Kalau dibiarkan, sementara sudah jelas, kenapa harus 

dilanggar. Sementara permintaan klarifikasi kami kepada Dinas Pendidikan, maupun panitia lelang belum ada tanggapan," 

terang Heru

LSM Maki juga menemukan potensi kerugian Negara atas proses lelang yang "dipermainkan" tersebut. Dimana, dengan adanya 

dugaan kerjasama yang saling menguntungkan antara panitia pengadaan dengan PT. Nyata Grafika Media Surakarta, juga 

terlihat tipisnya selisih HPS dan harga penawaran PT pemenang di paket pengadaan buku-buku dan alat tulis SMA dimana HPS Rp 3.371.682.636 dan harga penawaran PT. Nyata Grafika Media Surakarta adalah Rp 3.365.801.550. Sehingga selisihnya hanya 0,17 persen.

" Kami meminta supaya Walikota Kediri memberikan sanksi dan teguran serta pemecatan kepada Kepala Dinas Pendidikan atas preseden buruk dalam proses lelang yang telah dilakukan. APIP terutama di lingkungan Inspektorat Kota wilayah Kediri dan Jawa Timur supaya menindak lanjuti permasalahan pelanggaran Perpres 54 tahun 2010 tersebut. Terakhir adalah KLPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa) pusat untuk melakukan Black List terhadap perusahaan yang telah sengaja mengabaikan Perpres 54 tahun 2010 serta melakukan peninjuan secara menyeluruh terhadap proses lelang yang cacat hukum tersebut," desak Heru

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Abdul Wahid Anshari belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui Hand phone (HP) nya yang bersangkutan, tidak ada jawaban. Sementara, Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri Hariadi menegaskan, segala proses pelelangan sudah dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan terkait temuan LSM Maki serta laporan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan setempat.

"Pemkot telah melaksanakan sesuai tugasnya. Per Satker masingmasing, seperti bagian humas mempunya tanggung jawab menyampaikan kepada masyarakat melalui webset. Seluruh satker yang akan melakukan lelang, mengirimkan ke humas. Kalau masalah cacat dan tidaknya saya konfirmasi kepada dinas terkait jadi koordinasi dinas pendidikan terkait cacatnya hasil lelang. Semestuinya dengan sistem oline ini tidak ada cacatnya karena terbuka, siapapun pemenang dan yang ikut lelang bisa terlihat secara langsung," jawab Hariadi

Sesuai data, tender pengadaan buku dan alat tulis siswa SD tahun ini ditawarkan Rp 5.128.770.240 dan dimenangkan perusahaan penerbitan asal Surakarta PT. Nyata Grafika Media Surakarta dengan penawaran harga Rp 4.319.367.201. Sedangkan tender pengadaan buku dan alat tulis siswa SMA yang ditawarkan Rp 3.371.682.636 yang dimenangkan perusahaan yang sama dengan penawaran Rp 3.365.801.550 atau selisih 0,17 persen. Selisih tersebut dianggap tidak lazim. Karena umumnya selisih HPS dengan harga penawaran pemenang antara Rp 15-17 persen. (nDol)