I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Pengadaan Buku SD dan SMA di Kota Kediri Diduga Dimainkan Dewan Pendidikan Minta Aparat Hukum Meng

Kamis, 12 April 2012 - 18:53:58 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1625 kali

Kediri,m8nTera=Dewan Pendidikan Kota Kediri angkat bicara soal lelang pengadaan buku dan alat tulis siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun 2012 yang diduga terjadi praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Dewan Pendidikan mendorong aparat penegak hukum baik Polres Kediri Kota maupun Kejaksaan Negeri setempat melakukan penyelidikan dan menindak tegas pelaku pelanggarannya.

" Kalau emang ada indikasi kuat KKN. Wakil Ketua Dewan Pendidikan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, menyelidiki, mensidiknya," ujar Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kota Kediri Heri Nurdianto ketika dikonfirmasi, Kamis (12/04/2012). Pihak meminta supaya Dinas Pendidikan (Disdik), selaku pelaksana pengadaan buku untuk tidak bermain-main dalam masalah itu.

" Disdik jangan main-main dengan masalah pengadaan buku ini. Sebab, dampaknya ke pelayanan pendidikan yang murah dan bermutu kepada masyarakat dapat terabaikan," imbuh pria yang juga menjadi Ketua Komisi Perlindungan Aid Daerah (KPAD) Kota Kediri itu.

Apabila substansi materi dari produk buku tersebut kurang bermutu, imbuh Heri, sebaiknya tidak perlu dibagikan kepada peserta didik. Sebab, apabila memang tidak bermutu, jika tetap dibagikan pasti tidak akan dipakai. Dia mengingatkan bahwa, tujuan awal adalah membantu siswa untuk menguasai materi dan peran guru harus dilibatkan lebih luas lagi. Sehingga pengadaan buku yang nilai anggarannya besar tersebut benar-benar digunakan.

" Ada dua pengadaan yang belum ketemu yakni, sebagai proyek yang didalamnya ada keuntungan dan pengadaan materi buku yang berkualitas. Pengadaan yang kedua ini sering kali diabaikan," imbuh Heri. Selain mendesak supaya aparat penegak hukum melakukan pengusutan, pihaknya juga berharap supaya Walikota Kediri Samsul Ashar melakukan evaluasi secara total kepemimpinan di Disdik. Apabila kinerjanya menyimpang, sudah sepantasnya harus diganti.

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, akan melakukan pemantauan terhadap indikasi KKN pada lelang pengadaan buku SD dan SMA di Kota Kediri tersebut. " Siap. Akan kita pantau," kata AKBP Ratno Kuncoro. Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya, lelang pengadaan buku dan alat tulis siswa SD dan SMA di Kota Kediri diduga dipermainkan. Oleh karena itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) setempat Abdul Wahid Anshari ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya

LSM Maki menuding lelang yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri cacat hukum, dimana pelanggaran perpres 54 tahun 2010 terutama di pasal 6 huruf E peran ganda atau afiliasi sangat jelas. Parameternya, keberadaan pemenang yaitu, PT. Nyata Grafika Media Surakarta. Dimana, PT. Nyata Grafika Media dengan direktur Bapak Mohammad Farid dengan CV. Mekar Prima Mandiri sama-sama mengikuti lelang, hubungan kekerabatan jelas, tetapi panitia menafikan itu. 

Berdasarkan hasil investigasi, imbuh Heru, juga ditemukan pda pengikut lelang untuk PT. Era Adi Citra Intermedia dan PT. Era Pustaka Utama memiliki kesamaan alamat yaitu di Jl. Slamet Riyadi No 485 H Ngendroprasto, Pajang, Kaweyan, Solo. Kemudian PT. Kya Graha dan PT. Koesoemo Nagoro, dimana ada kesamaan orang baik di jajaran komisaris dan jajaran pengurus direksi mulai direktur serta staf (akta notaris). 

Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri Hariadi menegaskan, segala proses pelelangan sudah dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan terkait temuan LSM Maki serta laporan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan setempat.(nDol)