I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Edarkan Narkoba, Terancam Kerjakan Unas di Penjara

Rabu, 18 April 2012 - 18:34:29 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1547 kali

Kediri,m8nTera=DS (18) pelajar kelas 3 sma swasta di Kota Kediri harus menjalani ujian nasional (Unas) Senin (16/4) depan dibalik jeruji penjara Mapolres Kediri Kota, karena terlibat kasus peredaran narkoba.
 
Penangkapan terhadap DS asal Kelurahan Singonegaran Kota Kediri ini, bermula atas informasi dari masyarakat jika di wilayah Singopegaran Kota Kediri sering digunakan transaksi narkoba yang diduga melibatkan para pelajar. “Setelah dilakukan rangkaian penyelidikan, akhirnya berhasil mengamankan pelaku dirumahnya,” ungkap Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono, Sabtu (14/4).
 
Dari tangan DS, petugas berhasil mengamankan barang bukti 16 butir pil double L, setelah dilakukan pengembangan, akhirnya petugas kembali berhasil mengamankan GB (16) pelajar SMK swasta kelas 1 asal Kelurahan Setono Pande Kota Kediri dengan barang bukti 741 butir pil double L. “Saat tersangka GB dibekuk, barang bukti disimpan dilaci kamarnya,” ungkapnya.
 
Selain ketiga tersangka, petugas Sat Reskoba kembali mengamankan Iswandi (25) pemuda asal Desa Semanding Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. “Kalau Iswandi ini berperan sebagai perantara antara GB dan DS,” ujarnya.
 
Ketika disinggung rencana Unas besuk Senin, mengingat DS menjadi salah satu peserta, AKP Surono mengatakan, pihaknya telah memproses pengajuan ijin untuk melaksanakan ujian nasional di Mapolres Kediri Kota. “Kami sedang memproses perijinan, agar dia bias menjalankan Ujian secara khusus di Mapolres Kediri Kota,” ungkapnya.
 
Sementara itu, DS mengaku nekat menjual narkoba, karena depresi, kedua orang tuanya cerai. Bahkan setiap harinya, selain menjual narkoba, dia mengaku selalu mengkonsumsi 5 sampai 7 butir pil double L. “Saya depresi pak, kedua orang tua saya cerai, makanya untuk menghilangkan stress, saya tiap hari konsumsi narkoba 5 sampai 7 butir pil double L,” akunya.
 
Namun demikian, dia menyesal, dan berharap agar bias melaksanakan Unas besuk Senin. “Saya khilaf pak, saya minta agar bias tetap sekolah dan menyelesaikan SMA saya dengan bias mengikuti Unas,” harapnya.
Meskipun statusnya masih pelajar, polisi tetap melakukan proses hokum yang berlaku, karena dengan kesengajaannya mengedarkan atau mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (iF)