I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Minta uang istri untuk bayar hutang tidak dikasih,minum racun potasium.

Rabu, 18 April 2012 - 18:53:07 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1585 kali

Kediri,m8nTera=Minta uang istri untuk bayar hutang tidak dikasih, Nirwanto (29) berfikiran pendek. Warga Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara minum racun potasium.

Ketika sekarat, korban sempat diminumi air kelapa muda, tetapi tidak dapat menelan. Akhirnya tewas dalam pelukan ibunya Supiyah (52). Rabu (18/04/2012) siang.

Kapolsek Plosoklaten AKP Ismu Kamdaris mengaku, menerima laporan dari warga, kemudian datang ke lokasi. Bersama tim kesehatan dari Puskesmas setempat yang dipimpin dr Rahmat langsung memeriksa korban di tempat kejadian.

" Kami telah melakukan olah TKP. Tim medis juga sudah melakukan visum luar luar, sesuai keinginan keluarganya. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, serta indikasi kejahatan lainnya," ungkap Ismu Kamdaris, Rabu.

Polisi mengamankan sebuah gelas yang berisi sisa potasium usai diminum korban. Sementara jenazah korban dikembalikan ke pihak keluarga supaya dimakamkan.

Motiv bunuh diri Nirwan, panggilan akrab korban belum diketahui secara pasti. Tetapi dugaan sementara karena stres usai bertengkar dengan istrinya Upik.

Upik baru lima hari pulang dari Taiwan. Senin lalu, mereka bertengkar. Gara-garanya, Nirwan minta uang kepada Upik dengan alasan untuk bayar hutang. Tetapi tidak dikasih.

Usai cek cok mulut itu, Upik membawa anaknya Rico (6) ke rumah orang tuanya di Desa Blabak, Kecamatan Kandat. Selepas kepergian istrinya, Nirwan sangat terpukul. Bahkan, menurut keterangan keluarga dia sempat membenturkan kepalanya ke tembok berulang kali.

Kemudian pagi hari tadi, Nirwan menelpon Upik. Ditengah pembicaraanya mereka terlibat perang mulut kembali. Lalu, sekitar pukul 09.00 WIB dia minta uang ayahnya Pamuji (56) senilai Rp 3 ribu. Alasannya untuk membeli rokok

Karena di dalam sakunya hanya ada uang Rp 5 ribu, Pamuji memberikan semuanya. Kemudian Nirwan pergi keluar. Kepergiannya itu ditengarai membeli potasium di Pasar Brenggolo. Tiba di rumah, dia langsung masuk ke dalam kamar.

Kemudian keluar dari kamar dalam keadaan sempoyongan memeluk ibunya. Nirwan menyatakan permintaan maafnya. Dia berbicara dalam keadaan mulut berbusa dan tidak lancar

Pamuji yang saat itu juga ada disana langsung mencarikan air kelapa muda. Tetapi, ketika diminumkan, korban tidak mampu menelannya. Tidak lama setelah kejang-kejang (sekarat), akhirnya korban tewas.

Kapolsek mengaku, sudah mencari keberadaan Upik untuk dimintai keterangan. Tetapi yang bersangkutan sudah berada di Kabupaten Malang.

Upik pergi bersama anaknya Rico pagi hari. Pamuji, mertuanya sempat mencari ke Desa Blabak, tetapi Upik sudah meninggalkan rumah. (nDol)