I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Lelang Buku di Kota Kediri Diduga Bermasalah Disdik Jamin Pengadaan Berjalan Terus

Kamis, 26 April 2012 - 16:57:42 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1392 kali

Kediri,m8nTera=Dinas Pendidikan Kota Kediri siap meladeni laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan korupsi lelang pengadaan buku dan alat tulis siswa SD dan SMA tahun 2012. Disdik memastikan proyek pengadaan buku berjalan terus.

" Betul. Dinas Pendidikan melakukan dua paket pengadaan buku. Sekarang dalam proses pengerjaan. Perlu saya sampaikan bahwa lelang disdik dilakukan secara LPSE (Lembaga Pengadaan Sistem Elektronik) yang dikendalikan oleh Provinsi Jawa Timur. Prosesnya berjalan normatif dan prosedural," ujar Kepala Dinas Pendidikan Wachid Anshari, Jumat (20/04/2012)

Sebagaimana sudah diberitakan, LSM Maki menuding lelang buku yang dilakukan Dinas Pendidikan tersebut cacat hukum. Pasalnya, sudah melanggar ketentuan Perpres No 54 tahun 2010, pasal 6 huruf E yakni, peran ganda atau afiliasi. Dimana, keberadaan pemenang yaitu, PT. Nyata Grafika Media Surakarta. Dimana, PT. Nyata Grafika Media dengan direktur Mohammad Farid dengan CV. Mekar Prima Mandiri sama-sama mengikuti lelang.  Mereka ditengaria memiliki kekerabatan dekat.

Kemudian PT. Era Adi Citra Intermedia dan PT. Era Pustaka Utama memiliki kesamaan alamat yaitu di Jl. Slamet Riyadi No 485 H Ngendroprasto, Pajang, Kaweyan, Solo. Selanjutnya PT. Kya Graha dan PT. Koesoemo Nagoro, dimana ada kesamaan orang baik di jajaran komisaris dan jajaran pengurus direksi mulai direktur serta staf (akta notaris). Sementara panitia menafikan

Wachid menjawab bahwa, dengan sistem LPSE, semua rekanan bisa ikut lelang. Selain itu, prosesnya secara terbuka dan online. Sehingga tidak ada yang ditutup-tutupi. Pihaknya juga tidak melakukan intervensi terhadap panitia maupun pelaksanaan lelang. 

" Tidak ada intervensi. Semua berjalan normal dan tidak ada masalah. Buktinya, tidak ada yang menyanggah selama masa sanggah itu dibuka. Artinya, mereka, para peserta lelang sudah menerima. Sekali lagi kami sampaikan. Tidak ada petunjuk, pengarahan maupun mengkondisikan kegiatan lelang," imbuhnya.

Wachid mengakui, telah menerima surat somasi. Surat tersebut berasal dari LSM. Tetapi dia tidak menjelaskan LSM itu. Bahkan, ia telah melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di Surabaya dan Kejaksaan Negeri Kediri. Hasil dari koordinasinya, terus Wachid, LSM tersebut tidak memiliki hubungan dengan pelaksanaan lelang. Sebab, mereka bukan peserta lelang. 

" Mereka LSM, bukan peserta lelang. Sehingga tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan lelang. Oleh karena itu, kita serahkan ke tim pengadaan untuk melanjutkan. Sekarang ini proses pengadaan jalan terus. Lelang pengadaan buku sudah berjalan normatif dan prosedural. Tidak ada masukan surat. Kalau memang ada pihak lain yang menyatakan cacat hukum, silahkan dicermati secara hukum," tegasnya.

Sebelumnya, Dewan Pendidikan Kota Kediri ikut angkat bicara soal lelang pengadaan buku dan alat tulis siswa SD dan SMA tahun 2012 yang diduga diwarnai praktik korupsi. Dewan Pendidikan mendorong aparat penegak hukum baik Polres Kediri Kota maupun Kejaksaan Negeri setempat melakukan penyelidikan dan menindak tegas pelaku pelanggarannya.

Sesuai data, tender pengadaan buku dan alat tulis siswa SD tahun ini ditawarkan Rp 5.128.770.240 dan dimenangkan perusahaan penerbitan asal Surakarta PT. Nyata Grafika Media Surakarta dengan penawaran harga Rp 4.319.367.201. Sedangkan tender pengadaan buku dan alat tulis siswa SMA yang ditawarkan Rp 3.371.682.636 yang dimenangkan perusahaan yang sama dengan penawaran Rp 3.365.801.550 atau selisih 0,17 persen. Selisih tersebut dianggap tidak lazim. Karena umumnya selisih HPS dengan harga penawaran pemenang antara Rp 15-17 persen. (nDol)