I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

MAKI Tuding Walikota Kediri Terlibat Skandal Pengadaan Buku Bermasalah

Kamis, 26 April 2012 - 17:15:52 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1413 kali

Kediri,m8nTera=Walikota Kediri, Samsul Ashar dituding terlibat dalam skandal pengadaan buku dan alat tulis siswa SD dan SMA tahun 2012 yang bermasalah, karena diduga telah melanggar Perpres No 54 tahun 2010 pasal 6 tentang praktek afiliasi. Untuk itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta supaya Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah (LKPP) segera mengambil alih proses lelang yang ditengarai berbau korupsi tersebut.

" Kami sudah mengirimkan surat mengenai temuan praktek afiliasi dalam proses lelang buku dan alat tulis siswa SD dan SMA di Kota Kediri tahun 2012 yang dilaksanakan Dinas Pendidikan setempat ke LKPP. Dalam waktu dekat LKPP akan segera turun. Di dalam sarat tersebut, juga berisi tentang permohonan kami supaya dilakukan retender (tender ulang). Karena lelang yang sudah dilaksanakan cacat hukum," ujar pimpinan LSM MAKI Heru Satriyo, Rabu (25/04/2012)

LKPP dapat mengambil alih proses lelang, terang Heru, bilamana di dalam proses lelang sebelumnya cacat hukum serta ada unsur kesengajaan panitia lelang untuk berbuat kecurangan. Masih kata Heru, temuanya sudah dapat dijadikan referensi bahwa lelang tersebut memang menyalahi aturan. Terlebih lagi, adanya dugaan keterlibatan Walikota Kediri dalam skandal tersebut.

" Walikota Kediri terlibat dalam hal ini. Indikasinya, walikota mengikuti perkembangan persoalan ini dari awal dan tahu masalah ini. Kedua, berdasarkan sumber kami, walikota belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) teken pengeluaran dana APBD untuk pelaksaan pengadaan buku kepada PT. Nyata Grafika Media, selaku rekanan yang memenangkan lelang. Ketiga adalah, keputusan walikota melakukan mutasi Kepala Dinas Pendidikan Abdul Wachid Anshari pada hari pertama Ujian Nasional SMP kemarin," terang Heru.

Ditambahkannya, di republik ini, tidak ada seorang pun kepala daerah yang berani memutasi pejabat, pada saat ada masalah atau sedang memikul pekerjaan berat, kecuali Walikota Kediri. Menurutnya, keputusan memindah tempatkan pejabat, sudah semestinya melalui pertimbangan yang matang dan proses yang lama. Loginya, menguatkan indikasi kami bahwa Walikota Kediri terlibat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Disdik siap meladeni laporan LSM MAKI ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan korupsi lelang pengadaan buku dan alat tulis siswa SD dan SMA tahun 2012. Disdik memastikan proyek pengadaan buku berjalan terus karena sudah dilaksanakan secara objektif dan berjalan normal. Lelang sudah dilaksanakan secara terbuka melalui Lembaga Pengadaan Sistem Elektronik (LPSE) yang dikendalikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Selain itu, selama waktu yang diberikan, tidak ada satupun peserta lelang yang keberatan dengan mengajukan sanggahan. 

" Disdik salah kalau menganggap bahwa LSM tidak ada kaitannya dengan lelang. Kami melakukan fungsi kontrol sosial. Dan perlu diingat bahwa uang uang dipergunakan untuk lelang bukan milik pribadi kepala dinas, tetapi APBD milik rakyat. Dalam waktu dekat kami akan mengerahkan massa untuk turun jalan, menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri," ancam Heru.

Sesuai data, tender pengadaan buku dan alat tulis siswa SD tahun ini ditawarkan Rp 5.128.770.240 dan dimenangkan perusahaan penerbitan asal Surakarta PT. Nyata Grafika Media Surakarta dengan penawaran harga Rp 4.319.367.201. Sedangkan tender pengadaan buku dan alat tulis siswa SMA yang ditawarkan Rp 3.371.682.636 yang dimenangkan perusahaan yang sama dengan penawaran Rp 3.365.801.550 atau selisih 0,17 persen. Selisih tersebut dianggap tidak lazim. Karena umumnya selisih HPS dengan harga penawaran pemenang antara Rp 15-17 persen. (nDol)