I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Meski Dinaikkan, Baru 23 Bidan yang Gabung Jampersal

Kamis, 26 April 2012 - 17:18:52 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 801 kali

Kediri,m8nTera=Meski anggaran untuk program Jaminan Persalinan (Jampersal) tahun 2012 ini dinaikkan. Tampaknya belum semua bidan yang ada di Kota Kedir bersedia menjalankan program dari pemerintah pusat ini. Dari jumlah bidan di Kota Kediri yang jumlahnya sekitar 325 orang, baru 23 orang yang sudah teken MoU (memorandum of understanding/ nota kesepahaman)

 
“Baru 23 bidan yang sudah bersedia MoU,” kata  kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Ida Indriyani, Kamis (25/4)

Ida mengakui sampai saat ini belum semua bidan bekerja sama untuk program Jampersal tersebut, namun dengan adanya kenaikan klaim dipastikan seluruh bidan akan mengikuti program Jampersal. “Kami secara bertahap mengajak bidan untuk kerja sama dalam program itu. Apalagi dengan adanya tambahan klaim, kami pastikan semua bidan bisa mengikutinya,” katanya.

Selain itu, dari jumlah 325 bidan, tidak semuanya berasal dari Kota Kediri, melainkan ada yang rumahnya kabupaten. “Makanya kami masih memilah-milah, karena untuk tambahan APBD hanya dikhususkan bagi bdan yang tempat tinggalnya di Kota Kediri,” jelasnya.
 
Nantinya, semua bidan yang ada di Kota Kediri yang sudah bersedia melaksanakan program Jampersal akan diberi papan pengumuman atau tanda, jika bidan tersebut melayani Jampersal. “Pasti, nanti bagi bidang yang sudah MoU dengan kita, akan kita pasang papan, jika melayani Jampersal,” ujarnya.
 
Untuk klaim Jampersal tersebut, pemerintah pusat memang telah menganggarkan klaim sampai Rp 500 ribu kepada ibu-ibu yang hamil. Dana itu mulai ibu itu hamil sampai bersalin.

Bahkan, dalam APBD 2012 ini, Pemkot Kediri  juga telah memberikan dana tambahan dengan besaran sampai Rp150 ribu. “Untuk tahun ini, para bidan di Kota Kediri bisa menerima Rp 650 ribu setiap klaim Jampersal,” jelasnya.

Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan mengatakan rencana tambahan tunjangan itu sudah disetujui dalam APBD tahun 2012 ini. “Dalam pembahasan APBD lalu, kami sudah sepakat untuk memberikan tambahan pendamping untuk program Jampersal,” ujarnya.
 
Dengan adanya tambahan itu, dia berharap, semua bidan yang ada di Kota Kediri bersedia mengikuti program ini. Normalnya, biaya persalinan mencapai Rp700 ribu, namun pemerintah pusat hanya memberikan klaim Rp 500 ribu per persalinan. Dengan adanya masalah itu, pihaknya menyetujui rencana pemkot untuk menambah klaim Jampersal tersebut, dimana setiap ada persalinan klaim yang bisa diajukan sampai Rp 650 ribu.
 “Dari semula hanya Rp 350 ribu, saat ini Rp 650 ribu, harusnya semua bida bersedia, angka sebesar itu, kami anggap sudah termasuk wajar,” ujarnya.
 
Selain itu, pihaknya juga berharap, agar para bidan juga mengedepankan jiwa social, mengingat tugas bidan adalah membantu masyarakat. “Kami berharap, jangan nominalnya yang dipandang, tapi jiwa sosialnya yang dikedepankan,” harapnya. (iF)