I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Siswi SMP Digilir Sopir dan Kernet Angkot

Kamis, 03 Mei 2012 - 06:51:13 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1679 kali

Kediri,m8nTera=Seorang siswi SMP di Kabupaten Kediri diduga menjadi korban penculikan dan pecabulan doa orang pria yang ditengarai sopir dan kernet angkutan umum.Orang tua korban tidak terima, akhirnya melapor ke Polres Kediri Kota.

Korban berinisial LNT, berusia sekitar 14 tahun, berasal dari Kecamatan Semen. Kini korban menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota.

" Kita masih memeriksanya di ruang penyidik. Selain itu, masih menunggu hasil visum dari RSUD Gambiran Kota Kediri," ujar Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Siswandi, Rabu (02/05/2012) siang.

Berdasarkan laporan yang orang tua korban tang diterimanya, dugaan penculikan itu berlangsung, Senin (01/05/2012). Awalnya, sekitar pukul 07.00 WIB, korban berangkat sekolah, sebuah mobil angkutan umum jenis carry warna merah dari arah belakang menghampirinya. 

Dua orang pria dari dalam mobil kemudian menariknya secara paksa. Sempat terjadi tarik ulur antara pelaku dengan korban. Sampai akhirnya, korban berhasil dibawa kabur ke wilayah pegunungan Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Di lereng Gunung Klotok itu, korban yang masih mengenakan seragam sekolah, diperkosa oleh dua orang pelaku. Korban sempat berontak, tetapi karena diancam akan dibunuh, akhirnya pasrah.

Korban berhasil ditemukan sore harinya. Kemudian orang tuanya melapor ke Polres Kediri Kota. Kepada petugas, korban menceritakan ciri-ciri pelaku, berusia antara 40-43 tahun. 

" Berdasarkan pengakuan korban, ciri-ciri pelaku sudah kita ketahui. Tetapi, keterangannya tidak begitu saja kita percaya. Sebab, ada keterangannya yang janggal. Yaitu, disela-sela perkosaan, korban sempat disuruh membeli es degan. Selain itu, korban juga terlihat tenang. Umumnya, para korban perkosaan, secara psikis akan terganggu," terang Kasat. (nDol)