I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Penipuan Lewan Jejaring Sosial Mic 33 Pura-pura Jadi Wanita Grogoti Harta Korban

Rabu, 23 Mei 2012 - 11:59:54 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1525 kali

Kediri,m8nTera=Ada-ada saja ulah pemuda yang satu ini. Dia berpura-pura sebagai seorang perempuan untuk menggerogoti harta orang lain. Aksi penipuan tersebut dilakukan lewat jejaring social Mic 33 dari telepon seluler (posel). 

Beruntung kedoknya segera terbongkar. Sehingga polisi dapat segera meringkusnya. Kini, Moh. Asrofi (19) warga Dusun Sobo, Desa Rejomulyo, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri tengah mendekam di sel tahanan Mapolsek Kras. Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di dalam bui.

Yang menjadi korbannya adalah Aditya Restu Permana (20) warga Dusun Sugihan, Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Aditya-sapaannya, nyaris kehilangan sebuah laptop bernilai jutaan rupiah akibat terpedaya rayuan pelaku. Untungnya, dia hanya kehilangan charger yang kini disita polisi sebagai barang bukti.

Modus operandi penipuan Asrofi dengan berpura-pura menjadi serang perempuan. Dia membuat akun bernama Annisa dan memasang foto-foto wanita cantik yang didapat dari download internet, satu bulan terakhir. Keduanya berkenalan lewat chatting. 

Asrofi yang mengaku bernama Annisa bekerja di sebuah tempat fitness di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo. Perkenalan di dunia maya itu berlanjut. Aditya yang terpesona dengan wajah cantik Annisa akhirnya menyatakan cinta. Lalu, dia mengajak Annisa bertemu di sekitar pertigaan Pasar Kras, pada Sabtu (12/05/2012) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tetapi, pada pertemuan perdana itu, bukan Annisa sebagaimana yang ada pada akun jejaring sosial Mc 33, tetapi seorang pria. Asrofi mengaku bernama Dodik, saudara Annisa. Dia berpura-pura Annisa sedang sibuk sehingga tidak bisa menemui Aditya. Dodik juga menyampaikan permintaan Annisa yang ingin meminjam charger laptop korban. 

Setelah itu, keduanya berpisah. Aditya merasa curiga. Lantas, dia mendatangi sebuah tempat fitness di Desa Sambi, sebagaimana disampaikan Annisa saat chatting. Alangkah terkejutnya, ternyata disana tidak ada karyawan yang bernama Annisa, dan karyawan lain yang wajahnya mirip dengan akun di jejaring sosial tersebut.

Aditya merasa sudah ditipu.  Akhirnya dia melapor ke kantor Polsek Kras. Selanjutnya, polisi dan korban bekerjasama untuk menjebak pelaku. Ketika Annisa menghubungi kembali Aditya, korban mengajak ketemuan kembali di tempat yang sama. Lagi-lagi, yang datang bukan Annisa, melainkan Dodik. Tetapi, Aditya yang sudah membawa polisi, kemudian merungkusnya.

Selanjutnya, Asrofi digiring ke kantor Polsek Kras. Kepada petugas, dia mengaku, tidak bermaksud menipu. Asrofi mengaku, bersedia berpacaran dengan korban dengan syarat diberi laptop. Pelaku juga mengaku sebagai pemilik akun Mic 33 dengan nama samaran Annisa. Dia juga memiliki nama lain yaitu, Wahyuni alias Tembem, alias Gresi. 

Kasi Humas Polsek Kras, Aiptu Rahayu Yuwono mengatakan, tersangka dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penipuan. Tersangka terancam hukuman penjara selama lebih dari empat tahun penjara. (nDol)