I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Terkait pencurian pulsa

Rabu, 30 Mei 2012 - 12:31:32 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1443 kali

Kediri,m8nTera=Masih ingat dengan kasus pencurian pulsa yang diduga dilakukan oleh 'content provider' bekerja sama dengan operator seluler? Ya,  kasus ini sempat mewarnai pemberitaan hampiri semua media massa. Kini, memang tengah ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri, tetapi proses pengembalian uang kerugian masyarakat yang mencapai Rp 1 triliun belum jelas.

" Khusus untuk kasus pencurian pulsa, ada Panja pencurian pulsa di Komisi I, data terakhir menyebutkan, perhitungan kerugian dari masing-masing operator seluler mencapai Rp 1 trliun. Sesuai surat edaran BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) No. 11/2011, isinya operator seluler harus bertanggung jawab mengembalikan kerugian masyarakat. Tetapi, masalahnya, kerugian terbanyak adalah pelanggan prabayar. Meskipun dari operator selulernya sudah oke, tetapi mekanisme pengembaliannya ini bagaimana, ini sedang dibahas," ujar Venna Melinda, anggota Komisi I DPR RI, Senin (28/05/2012)

Mantan Putri Indonesia 2004 itu menggambar kesulitan memberikan ganti rugi kepada pelanggan pra bayar yang memiliki lebih dari satu kartu. Tidak menutup kemungkinan mereka lupa dengan nomornya. Oleh karena itu, Panja menyarankan agar BRTI melakukan sosialisasi melalui media massa. Sehingga pelanggan yang merasa dirugikan, karena pulsanya dicuri bila melapor. Mengingat, selama ini BRTI juga membuka hotline layanan

" Untuk pelanggan pra bayar ini memang sulit. Berbeda dengan paska bayar. Contohnya saya, misalnya satu bulan menggunakan paket internet, kemudian mendapat SMS premium. Maka bisa tahu, jika pulsa saya berkurang karena diambil. Oleh karena itu, harus ada mekanisme yang efektif dalam proses pengembalian uang masyarakat ini," terang anggota DPR yang konsen dalam kasus buillyng ini.

Masa aduan atau laporan, katanya tidak dibatasi. Masyarakat juga bisa melapor ke Panja apabila menganggap BRTI tidak bisa bekerja. " Seperti kasus kemarin, Veri Kuntoro, sebelumnya sudah melapor, tetapi kemudian malah menarik kembali laporannya. Jika memang masyarakat menemukan ketikda seriusan BRTI, mereka bisa melapor ke Panja Komisi I. Sehingga kita bisa mengkritisi BRTI.

Venna mengaku, polisi sudah menetapkan beberapa orang tersangka dalam kasus pencurian pulsa ini. Mereka berasal dari content provider. Kasus tersebut, harapan Vena, bisa menjadi pelajaran yang berharaga. Sehingga, kedepan tidak akan terulang. Oleh sebab itu, pemberian ganti rugi, sifatnya wajib, agar menjadikan efek jera. (nDol)