I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Payah.!! Tiga BUMD Kota Kediri Tak Sumbang PAD

Kamis, 14 Juni 2012 - 18:01:25 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 1166 kali

Kediri,m8nTera=Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Kediri dalam keadaan tidak sehat. Ketiganya, sampai saat ini belum memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tiga perusahaan daerah tersebut antara lain, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Perusahaan Daerah (PD) Pasar dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri. Bahkan, diantara ketiganya, PADM sedang terbebani hutang mencapai Rp 4 miliar.

" Perusahaan daerah yang ada nampaknya masih dalam skala berjalan belum ada yang memberikan nilai yang tinggi baik, PADM, BPR Kota, apalagi PD Pasar, yang masih dalam keadaan tarik-menarik aset pasar yang akan dikelola," ujar Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri, Arifin Asror, Sabtu (09/06/2012)

Pantia khusus (Pansus) DPRD Kota Kediri belum menentukan pengelolaan dari sembilan pasar, yang notabene sudah dilepas oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA). Apakah kesemuanya akan menjadi aset PD Pasar atau dikelola oleh pihak lain. 

" Sekarang dalam keadaan tarik-menatik aset yang harus dikelola. Tarik-ulur pansus belum menentukan pasar yang akan dikelola. Harapan kita, setelah perda (peraturan daerah) PD Pasar diputuskan, pasar yang sudah diserahkan ke PD Pasar harus diklola semaksimal mungkin sehingga bisa menghasilkan PAD dan penataan struktur oraganisasi yang sehat," pinta politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kediri ini.

Mengenai PDAM, Arifin mengaku, sedang menanggung beban hutang mencapai Rp 4 miliar, sekaligus bunga bank. Sehingga, pendapatan PDAM, hanya cukup untuk kebutuhan operasional dan menggaji karyawan. 

" Hampir semua PDAM di Idonesia mengalami kondisi yang sama. Apabila hutang Rp 4 miliar itu bisa ditutup. Bunga bank nya selama ini bisa masuk PAD. Tetapi, mengenai prospektifnya belum ada pembicaraan lebih lanjut," katanya. 

Kondisi PDAM Kota Kediri, tidak jauh berbeda dengan BPR Kota Kediri. Kredit macet BPR Kota mencapai Rp 2 miliar. Bahkan, angka penurunanya atau non performing loan (NPL) BPR berkisar 17,8 atau jauh lebih tinggi dari ketentuan Bank Indonsia 5 persen

Terpisah, Kabag Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Hariadi mengatakan, Pemkot terus melakukan koordinasi dengan ketiga perusahaan daerah tersebut. Pemkot terus-menerus mendongkrak peningkatan usaha dari ketiganya. (nDol)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)