I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Sindikat Pembobol PT. Taspen Jatim & Jateng Terbongkar Berkat Tanda Tangan Palsu Gubernur Soekarw

Senin, 16 Juli 2012 - 16:10:56 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1367 kali

Kediri,m8nTera=Terbongkarnya sindikat pembobol PT. Tabungan Asuransi dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) persro di berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah oleh Polres Kediri Kota bermula dari kecurigaan terhadap berkas pengajuan klaim Surat Permintaan Pembayaran Pengambilan Iuran Pensiun (SP3IP) di PT. Taspen (persero) Kedeiri Jalan Jaksa Agung Suprapto oleh kedua tersangka. Mereka, Sentot Subandria (55) dan Abdul Kholik (44)

Kedua pria asal Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi tersebut mengusulkan berkas klaim SP3IP dan tabungan hari tua atas nama Samsul, warga Kabupaten Tulungagung. Ternyata, tanda tangan Surat Keputusan (SK) pensiun dari Gubernur Jatim yang ditanda tangani oleh Sukarwo tidak sesuai. Penulisan Nomer Induk Pegawai (NIP) bendahara Pemkab Tulungagung juga salah.

Petugas PT. Taspen Kediri yang telah melakukan pengecekan melalui data base, kemudian meyakini, jika data itu adalah palsu. Petugas, kemudian melapor ke kantor Polres Kediri Kota. Sehingga, keduanya berhasil dibekuk.

" Mereka (Sentot dan Kholik, red) datang ke Kota Kediri sebagai peran pengganti. Begitu kita amankan, keduanya berterus terang sebagai bagian dari jaringan pemalsuan data untuk membobol PT. Taspen. Seketika itu juga, anggota mengejar ketujuh pelaku lainnya. Akhirnya, mereka kita amankan dari rumahnya masing-masing," terang Kapolres Kediri Kota, AKBP Ratno Kuncoro dalam jumpa pers, Rabu (11/07/2012)

Selain melakukan penangkapan terhadap ketujuh pelaku, Faris Handayonto (40) asal Dusun Kebonsari RT 05/RW 01 Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi, Hasan Sudiro, oknum wartawan tabloit, warga Dusun Krajan RT 02/RW 01 Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi

Kemudian Supinarto (54) warga Dusun Tamanrejo, RT 01/ RW 01 Kecamatan Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Imam Makmur (48) Dusun Maron RT 05/RW 01, Desa Genteng, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Nurhadi (46) Dusun Maron, RT 05/RW 01, Desa Genteng, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Sukardi (48) Dusun Krajan Barat, RT 04/RW 04, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Muhammad Lutfil Abror (31) warga Dusun Krajan, RT 02/ RW 01 Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwang polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. 

Diantaranya, sebuah mobil Grand Livina, yang biasa dipakai untuk operasional, puluhan stempel, tumpukan berkas terdiri dari surat-surat dinas yang dipalsu, laptop dan mesin printer. Sebagian besar barang bukti ditemukan dari rumah Hasan Sudiro otak pelaku, wartawan Global Pos, Dusun Krajan RT 02/RW 01 Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. 

Hasan pula, sebagai pelaku yang bertugas sebagai pemalsu tanda tangan sejumlah kepala daerah di Jatim. Salah satunya, tanda tangan Gubernur Jatim Soekarwo.(nDol)