I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Sindikat Pembobol Taspen Jatim & Jateng Otak Sindikat Pensiunan PNS, Pernah Vakum 1 Tahun

Senin, 16 Juli 2012 - 16:13:11 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1337 kali

Kediri,m8nTera=Otak dari sindikat pembobolan PT. Tabungan Asuransi dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) persero wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang berhasil dibongkar Polres Kediri Kota ternyata pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Banyuwangi. Hasan Sudiro, ialah orangya beralamat di Dusun Krajan RT 02/RW 01 Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi.

" Ini modus pertama kali. Kami masih terus mengembangkan kasus ini. Kami berharap PT. Tapsen ikut membantu memberikan informasi. Sehingga kita bisa mengungkap sampai ke akar-akarnya secara tegas," ujar Kapolres Kediri Kota, AKBP Ratno Kuncoro dalam jumpa pers, Rabu (11/07/2012)

Kapolres menambahkan, pihaknya juga akan melakukan penyelidikan ke dalam internal PT. Taspen (persero) Kediri sendiri. Itu dilakukan olehnya, untuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pegawai dalam aksi kejahatan bersindikat ini.

Sementara Hasan Sudiro ketika dikonfirmasi, mengaku, mulai menjalankan aksinya sejak tahun 2010 lalu. Tetapi, pernah vakum satu tahun selama 2011. Saat itu, ia menderita penyakita stroke. Tetapi, pada 2012, ia pulih dan memulai kembali aktivitas pembobolan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia tersebut di berbagai daerah di Jatim dan Jateng.

" Saya pernah mengambil sendiri. Sehingga dari mengambil itu saya tahu syaratnya apa saja. Kemudian saya pelajari. Terus saya mengambilkan orang dan dikasih 10 persen. Dari situlah saya belajar pemberkasan," ucap Hasan. Dia mengaku, ketujuh kawanannya adalah rekan-rekannya di Kabupaten Jember. Mereka direkrut dengan diberikan tugas tersendiri-sendiri

Hasan menambahkan, membobol PT. Taspen (persero) sangat mudah. Itu dikarenakan, petugas tidak teliti. Apalagi syarat yang harus dipenuhi pemohon, menurutnya tidak terlalu sulit. Diantaranya, surat pemberhentian PNS, kartu pegawai, dan Nomor Induk Pegawai (NIP). Hanya saja, untuk NIP, katanya harus hafal

Hasan memiliki tangan kanan yaitu, Faris Handayonto (40). Pria asal Dusun Kebonsari RT 05/RW 01 Desa Benculuk Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi ini memiliki peran vital dalam operasi pembobolan PT. Taspen. Dia sebagai desainer, pembagi tugas pelaku lainnya serta memberikan arahan pegawai mana yang bisa diprospek.

Selain itu, diantara mereka juga ada seorang oknum wartawan tabloid dan oknum bernama Sukardi (48) warga Dusun Krajan Barat, RT 04/RW 04, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Polisi menemukan ID Cart dari tangannya. Kemudian seorang lagi mengaku pernah menjadi anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia. (nDol)