I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

PT. Taspen Kediri Janji Kembalikan Uang PNS Yang Dibobol Sindikat Hasan Cs

Senin, 16 Juli 2012 - 16:15:29 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 3699 kali

Kediri,m8nTera=PT. Tabungan Pensiun (Taspen) persero cabang Kediri Jl. Jaksa Agung Suprapto, Kota Kediri berjanji akan mengembalikan seluruh hak milik pensiun dan dana tabungan milik Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sudah dibobol sindikat Hasan Sudiro cs.

" Uang korban yang diambil tetap kita bayarkan. Kami membayar kepada yang berhak," ujar Dedi Darmawan, selaku Kepala Cabang PT. Taspen Kediri, Kamis (11/07/2012)

Oleh karena itu, Dedi menghimbau agar PNS yang ikut menjadi korban untuk tidak khawatir. PT. Taspen Kediri menjamin akan mengembalikan uang PNS sepenuhnya, tanpa dikurangi.

Dedi belum memastikan jumlah hak PNS yang diambil pelaku. Menurut catatannya, ada tiga berkas pemohonan yang sudah terealisasi. Nilai nominal setiap pemohon antara Rp 10-30 juta

" Sudah ada tiga berkas permohonan. Tetapi totalnya belum tahu, karena belum saya cek," imbuh Dedi, menambahkan.

Sebelumnya, Hasan mengatakan, pegawai pengawas PT. Taspen tidak teliti. Oleh karena itu, ia dan kawanannya sangat mudah untuk membobolnya. Sedikitnya, kata Hasan, sudah menarik sebanyak enam kali di PT. Taspen Kediri.

Tetapi Dedi membantah, apabila proses penarikan uang pensiunan PNS. Namun dengan adanya kasus pembobolan yang dilakukan sindikat asal Kabupaten Banyuwangi, pihaknya akan melakukan evaluasi dan kewaspadaan terhadap pengeluaran dana

" Sebenarnya tidak mudah didalam proses pengajuan dana tersebut. Tetapi karena ada,pemalsuan dokumen seperti asli, kami kesulitan membedakan. Stempel dan tanda tangan mirip. Selanjutnya, kami waspada,terutama keluar," terang Dedi.

Sebagaimana sudah diberitakan, Polres Kediri Kota berhasil membongkar sindikat pembobol Taspen wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pelaku sebanyak sembilan orang, mayoritas dari Banyuwangi.

Mereka, Sentot Subandria (55) dan Abdul Kholik (44) keduanya warga Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Faris Handayonto (40) asal Dusun Kebonsari RT 05/RW 01, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Kemudian Hasan Sudiro, oknum wartawan warga Dusun Krajan, RT 02/RW 01, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Supinarto (54) warga Dusun Tamanrejo, RT 01/RW/01, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Imam Makmur (48) warga Dusun Maron RT 05/RW 01, Desa Genteng, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Nurhadi (46) warga Dusun Maron, RT 05/RW 01, Desa Genteng, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Sukardi (48) warga Dusun Krajan Barat, RT 04/RW04 Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Muhammad Lutfi Abror (31) warga Dusun Krajan, RT 02/RW01, Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi. (nDol)