I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Masyarakat

* Skandal Seks Ayah Tiri di Kediri Mbah Midjanarko Perbudak Anaknya Karena Istri Selingkuh

Jumat, 20 Juli 2012 - 20:46:59 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Masyarakat - Dibaca: 6743 kali

Kediri,m8nTera=Perbuatan amoral Mbah Midjanarko Hadi bin Sastrorejo (61) terhadap anak tirinya, sebut saja dengan nama Bunga (17), siswi kelas 3 SMA asal Dusun Sugihwaras, Desa Pandansari, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri karena latar belakang dendam. Kakek satu cucu ini merasa sakit hati karena dikhianati istrinya berinisial SUD (41), yang juga ibu korban.

Menurut Mbah Midjanarko, SUD sudah berselingkuh dengan seorang jejaka, yang juga tetangganya sendiri. Bahkan, wanita yang sudah memberinya seorang anak berumur 12 tahun tersebut, imbuh Mbah Midjanarko sering berbuat serong dan pernah melayani banyak pria.

" Saya sadar telah berbuat salah. Sehingga saya dibawa kemari (sel tahanan Polres Kediri) karena kasus persetubuhan dengan anak tiri. Itu saya lakukan tidak semata karena nafsu seks birahi saya, tetapi lebih pada sakit hati, dan membalas sakit hati saya karena istri saya selingkuh," aku Mbah Midjanarko, Kamis (19/07/2012)

Mbah Midjanarko mengaku, tidak lama setelah dinikahi, pada tahun 1998 lalu SUD sudah berani berbuat serong. Bahkan, ia sempat memergokinya sendiri. SUD, kata Mbah Midjanarko mengaku, pernah berbuat asusila dengan tetangga berinisial IND dan melayani beberapa orang pria.

" Dia tetangga kami, seorang pemuda masih bersekolah, umurnya sekitar 18 tahun. Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB ibu pemuda tersebut menjeri-jerit katanya anaknya berbuat asusila dengan istri saya. Karena saya bekerja di Surabaya, saya tidak tahu pasti. Kemudian saya tanyakan pada istri saya," kenang Mbah Midjanarko.

Awalnya, kata Mbah Midjanarko SUD berkelit. Tetapi setelah dipukul, SUD mengaku, dicium oleh IND. Mbah Midjanarko tidak percaya begitu saja. Kemudian, dia terus mendesaknya. Akhirnya, SUD mengaku sudah berbuat asusila dengan IND. Sejak itu, hubungan Mbah Midjanarko dengan SUD renggang. 

Mbah Midjanarko terus mengorek keterangan istrinya dan para tetangganya. Karena sudah terdesak, imbuh Mbah Midjanarko, SUD berterus terang apa adanya. SUD sudah berbuat serong dengan beberapa orang pria. Bahkan, SUD juga pernah melayani nafsu beberapa orang pria. Alasan itulah yang membuat Mbah Midjanarko menjadi benci dengan SUD melampiaskan dendamnya kepada Bunga

Ketika itu, Bunga duduk di kelas 6 SD. Mbah Midjanarko berusaha merayu korban untuk berbuat asusila. Mulanya, korban menolak. Tetapi setelah berulang kali dibujuk, aku Mbah Midjanarko, hati Bunga luluh. Akhirnya, Bunga bersedia digagahi ayah tirinya. 

Skandal seks ayah terhadap anak tirinya tersebut berlanjut. Kata Mbah Midjanarko, satu minggu sekali mereka selalu berhubungan badan. Setiap Mbah Midjanarko pulang kerja dari Surabaya, hari Sabtu, dia selalu minta jatah, dan Bunga, kata Mbah Midjanarko tidak pernah menolaknya. 

" Biasanya kami melakukan di rumah. Istri saya sedang tidak ada. Kami melakukan di kamar. Hampir Setiap, hari Sabtu saya pulang, kita pasti melakukannya. Sama sekali tidak ada paksaan. Meskipun tidak atas dasar suka sama suka, tetapi dia pasrah," kenang Mbah Midjanarko. Karena seringnya melakukan, Mbah Midjanarko tidak ingat sudah berapa kali berbuat susila terhadap anak tirinya.

Hari berlalu. Bunga sudah menginjak kelas 3 SMA. Mbah Midjanarko ingin membuat SUD stress. Dia sengaja bercerita apada adanya kepada SUB bahwa dia sudah menyetubuhi anaknya. Seketika itu, perasaan SUB bagai tersambar petir. SUD kemudian mendesak Bunga. Berawal dari situlah, skandal seks ayah terhadap anak tirinya yang sudah berlangsung selama enam tahun itu terbongkar.

Sementara Kasubbag HUmas Polres Kediri, AKP Bukin Suharsono mengatakan, tersangka Midjanarko dijerat dengan pasal 81/81 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman penjara selama 15 tahun. (nng)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)