I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Masyarakat

Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga Elpiji

Minggu, 29 Juli 2012 - 11:23:53 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Masyarakat - Dibaca: 765 kali

Kediri,m8nTera=Masyarakat di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri mengeluhkan kenaikan harga gas elpiji ukuran 3 kilogram yang mencapai Rp 15 ribu. Masyarakat meminta supaya pemerintah kembali menambah subsidi untuk menekan harga gas elpiji.

" Seminggu ini, harga gas elpiji sudah naik dua kali. Sekarang harganya menjadi Rp 15 ribu. Bisa jadi besok naik lagi menjadi Rp 16 ribu atau bahkan sampai Rp 20 ribu," keluh Puput (25) penjual nasi goreng asal Desa Mojo, Kecamatan Mojo, Rabu (28/07/2012)

Seminggu sebelumnya, Puput mengaku, membeli gas elpiji 3 kilogram dari kios milik tetangganya Rp 13 ribu. Tiga hari berikutnya naik menjadi Rp 14 ribu dan kini menjadi Rp 15 ribu. 

Puput tidak tahu penyebab kenaikan harga gas elpiji yang bertubi-tubi itu. Dia mensinyalir, kenaikan harga gas elpiji karena jumlah permintaan gas yang naik pada bulan ramadhan ini. 

Gas elpiji bagi Puput adalah kebutuhan yang sangat penting. Setiap hari, ia harus membeli gas elpiji untuk keperluan jualan nasi goreng. Apabila harga gas elpiji terus mengalami kenaikan, Puput khawatir, biaya operasionalnya tinggi, dan ia terpaksa harus menaikkan harga jual nasi goreng.

Tetapi, untuk sementara ini, katanya, belum terlalu berdampak. Sebab, dia masih bisa mensiasati dengan mengurangi sediki bahan masakan. Puput mengaku, kenaikan harga gas elpiji sangat dirasakan olehnya dan juga pedagang lain yang memanfaatkan gas elpiji seperti, pedagang gorengan, roti bakar dan rujak cingur serta tahu lontong. 

Oleh karena itu, dia meminta supaya pemerintah kembali menambah dana subsidi gas elpiji. Sehingga, kenaikan harga gas elpiji yang terjadi saat ini bisa ditekan.

" Dulu harga minyak tanah dinaikkan. Katanya peralihan dari minyak tanah ke gas elpiji. Sekarang gas elpiji justru dinaikkan juga. Lagi-lagi masyarakat yang dirugikan," gerutu Puput. 

Sementara Yuyun (36), salah satu kios penjual elpiji di Desa Mojo mengaku, harga gas elpiji ukuran 3 kilogram mulai naik sejak tiga hari lalu. Kenaikan harga ini berasal dari distributor yang selalu mensuplainya.

" Dari distributor harganya sudah naik. Sehingga, saya terpaksa ikut menaikkan harga. Jika tidak, saya bisa rugi. Katanya, permintaan gas elpiji tinggi. Sementara barangnya sedikit. Itu yang menyebabkan harga gas menjadi naik," ungkap Yuyun. 

Kenaikan harga gas elpiji ukuran 3 kilogram yang mencapai Rp 15 ribu ini terjadi hampir merata di kios-kios yang ada di wilayah Kecamatan Mojo. Bahkan, juga terjadi kecamatan lain di Kabupaten Kediri. Tetapi, sampai saat ini belum ada tindakan dari Pemerintah Kabupaten Kediri untuk membantu kesulitan warganya. (nDol)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)