I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Masyarakat

Bos Ternak Ayam Bobol Bank Pundi Kediri Rp 200 Juta

Sabtu, 11 Agustus 2012 - 01:20:37 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Masyarakat - Dibaca: 1624 kali

Kediri,m8nTera=Seorang pengusaha peternakan ayam potong asal Kabupaten Nganjuk berhasil membobol dana pinjaman dari Bank Pundi Cabang Kediri hingga ratusan juta rupiah. Akibat perbuatannya, Muhamad Nurkholis (28) kini harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Nurkholis, sapaan akrab Muhamad Nurkholis diringkus petugas Buru Sergap (Buser) Polres Kediri Kota dari rumahnya di Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti antara lain, tiga buku tabungan, kartu ATM, dan foto kopi sertifikat tanah
Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari laporan Bank Pundi Kediri yang telah ditipu oleh tersangka. Akhirnya, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di rumahnya.

" Tersangka kita sangkakan pasal 378 KUHP tentang pidana penipuan. Ancaman hukumannya selama tujuh tahun penjara," ujar AKP Surono dalam gelar perkara di Polres Kediri Kota, Kamis (09/08/2012)

Modus operandi penipuan yang dilakukan tersangka, dijelaskan Surono dengan cara take over pinjaman dari satu bank ke bank lainnya. Tersangka merekayasa data persyaratan pinjaman. Sehingga merugikan bank yang bersangkutan.

Ketika dikonfirmasi, tersangka mengaku, semula memiliki pinjaman di Bank Danamon Nganjuk sebesar Rp 100 juta. Sebagai jaminannya, tersangka menyerahkan sertifikat tanah miliknya.

Kemudian tersangka mentake over hutang itu ke Bank Pundi Kediri. Bank Pundi menutup hutang tersangka di Bank Danamon berikut penaltinya. Tetapi, Bank Pundi justru tidak mendapatkan agunan yang legal

 " Saya dapat pinjaman ke Bank Pundi sebesar Rp 200 juta. Dari pinjaman itu, Rp 105 juta untuk menutup hutang di Bank Danamon, karena harus ditambah denda penalti. Sisanya Rp 95 juta saya gunakan untuk membangun rumah di Jombang," terang tersangka.

Diduga ada tipu muslihat dan indikasi melibatkan orang dalam bank, sertifikat tanah sebagai agunan yang keluar dari Bank Danamon malah jatuh ke tangan tersangka. Bank Pundi yang sudah mencairkan dana pinjaman, tidak mendapatkan jaminan sertifikat yang asli

Kemudian, oleh tersangka sertifikat itu dimasukkan ke Bank BRI Syariah Kediri. Tersangka kembali mengajukan pinjaman ke BRI Syariah sebesar Rp 275 juta, secara bertahap masing-masing Rp 100 juta, Rp 100 juta dan Rp 27 juta.

Tipu muslihatnya baru tercium setelah tersangka mengajukan pinjaman tahap ketiga sebesar Rp 75 juta. Usulan ketiga memang sudah cair. Tetapi oleh BRI Syariah kemudian diblokir. BRI mendengar persoalan tersangka dengan Bank Pundi. Sementara Bank Pundi yang mengetahui tipu muslihat tersangka melapor ke Polres Kediri Kota.

Surono menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Polisi menyelidiki indikasi keterlibatan orang dalam bank dalam proses take over pinjaman tersebut.(ndol)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)