I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Masyarakat

PT. Triple S Gugat Pemkot Kediri Rp 9,7 M

Sabtu, 11 Agustus 2012 - 01:33:07 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Masyarakat - Dibaca: 3057 kali

Kediri,m8nTera=PT. Triple S Kediri menggugat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dengan nilai gugatan material mencapai Rp 9,7 miliyar. Kontraktor ternama di Kediri tersebut menilai bahwa Pemkot sudah melakukan wanprestasi terhadap pembayaran eskalasi (penyesuaian) harga proyek pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) Jayabaya Kediri yang telah selesai dikerjakan, sejak tahun 2009 lalu.

Gugatan wanpretasi sudah dilayangkan oleh PT. Triple S ke Pengadilan Negeri (PN) setempat dengan nomor 52/pdt. 6. pol2/PN Kdr 09 Agustus 2012. Nilai material sebesar Rp 9,7 yang tercantum dalam materi gugatan tersebut, disebutkan juga termasuk denda keterlambatan pembayaran oleh Pemkot Kediri selama tiga tahun.

Eko Budiono SH, selaku kuasa hukum PT. Triple S mengatakan, adanya kenaikan harga dan eskalasi diatur dalam keputusan perundang-undangan yang berlalu dan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 80 tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah. Selain itu juga diatur dalam kontrak induk pasal 7 ayat 1

" Klien kami berhak mendapatkan penyesuaian harga (eskalasi harga) sebagaimana diatur dalam ketentuan diatas. Untuk itu, klien kami mengajukan penyesuaian harga dari Januari 2008 sampai dengan April 2009 dengan surat per 19 Juni 2009. Tetapi, sampai saat ini belum dapat diselesaikan oleh Pemkot Kediri. Oleh sebab itu, kami mengajukan gugatan kepada Pemkot Kediri untuk mendapatkan kembali hak kami yang belum terselesaikan," tegas Eko Budiono, Jumat (10/08/2012)

PT. Triple S merupakan satu dari dua kontraktor yang membangun GOR Jayabaya dan Kesenian Kota Kediri. Perusahaan yang dipimpin oleh Sony Sandra, selaku manajer tim sepakbola Persedikab Kediri tersebut memiliki surat perjanjian kontrak dengan nomor : 01/KONT-DAU/I/2007. Surat pemborongan itu tertanggal 31 Januari 2007 dengan nilai induk sebesar Rp 4,3 miliyar. 

Eko Budiono menjelaskan, harga tersebut sudah termasuk dalam nilai kontrak atau harga borongan. Sementara jenis kontrak adalah kontrak tahunan jamak atau multy years dengan bentuk kontrak harga satuan. Selama proses pengerjaan sedang berjalan sejak Januari 2008, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tiba-tiba melejit. Dampaknya, harga barang-barang kebutuhan ikut naik. Mulai dari, harga besi, semen, ongkos pengiriman dan kebutuhan lain. 

Terpisah, Kabag Humas Pemkot Kediri Hariadi menjawab gugatan PT. Triple S mengaku, pihaknya akan mengikuti semua proses yang ada. Pemkot akan berkoordinasi dengan Bagian Hukum ayang nantinya akan menjadi kuasa dalam persidangan di pengadilan. (nDol)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)