I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pendidikan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dikabarkan berniat 'mencaplok' UB

Rabu, 15 Agustus 2012 - 12:16:42 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pendidikan - Dibaca: 656 kali

Kediri,m8nTera=Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dikabarkan berniat 'mencaplok' pengembangan kampus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Universitas Brawijaya, yang sedianya akan didirikan di Kota Kediri. Selain karena Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri belum memiliki rekomendasi dari Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti), Pemkab dikabarkan juga sudah menyediakan lahan untuk UB.

Ironisnya, Pemkot Kediri saat ini justru menjadi setengah hati untuk mempertahankan UB. Pemkot memilih mengembangkan Politeknik (Poltek) Kediri yang sudah berdiri lama. Sementara itu, perkuliahan mahasiswa UB sendiri, sekarang sudah dipindahkan ke kampus Universitas Pawiyatan Dhaha (UPD) Kediri, yang berlokasi di Kabupaten Kediri. 

Dikonfirmasi terkait ini, Walikota Kediri Samsul Ashar mengatakan, pihaknya tidak mau mendikotomi daerah. Ihwal pendidikan khususnya pengembangan UB di Kediri, katanya bersifat universal. Ada kemungkinan, sekretariat UB di Kota Kediri, sementara perkuliahannya dilakukan di Kabupaten Kediri. 

" Meskipun ada wacana dicaplok, tetapi UB saya rasa tidak mau. UB memilih di Kota sebagai skretariat. Topografi Kota Kediri itu seperti halnya telur ceplok. Dari daerah manapun, selalu melewati Kota Kediri. Sementara, di Kabupaten Kediri itu mojok," terang Samsul Ashar

Samsul tidak keberatan apabila perkuliahan UB ada di Kabupaten Kediri. Apalagi, katanya, ia sudah melakukan komunikasi dengan Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengenai hal tersebut. Oleh sebab itu, kini Pemkot Kediri lebih memprioritasnya pengembangan Politeknik Kediri menjadi PTN

" Seperti itu pun tidak apa-apa. Kita ada poltek yang bisa dikembangkan. Sejauh ini, Poltek sudah masuk di Dikti. Kita tunggu saja. Sementara UB, temen-temen dewan sudah Oke. Kita juga mempertahankannya," tegas Samsul
 
Ditambahkan Samsul, ia yakin kabupaten tidak berniat merebut. Tetapi pengembangan UB sendiri memang memerlukan lahan yang sangat luas. Seperti kebutuhan lahan untuk pendirian laboratorium pertanian dan perternakan yang membutuhkan berhentark-hektar lahan. 

Sekedar diketahui bahwa, perkuliahan mahasiswa UB sebelumnya di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri Jalan Himalaya. Tetapi, saat ini dipindahkan ke Kampus UDP Kediri. Walikota menuding, ada salah seorang warga dari Kota Kediri yang mengatasnamakan Kota Kediri sengaja membisiki Dirjen Dikti jika masyarakat di Kota Kediri tidak setuju dengan pendirian kampus UB,

Seseorang tersebut, sebut Samsul menjadi penghambat proses pembangunan kampus UB di Kota Kediri. Dalam pernyataan sebelumnya Samsul mengatakan, kalau UB gagal di Kediri, masyarakat sendiri bisa menilai dan mencari tahu siapa yang menyebabkan kegagalan tersebut. (nDol)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)