I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Laporan Perampokan Palsu Butuh Biaya Sekolah Adik, Tilap Uang Perusahaan Rp 113 Juta

Minggu, 26 Agustus 2012 - 17:19:56 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1529 kali

Kediri (beritajatim.com) -- Berdalih butuh uang untuk biaya sekolah adiknya dan keperluan keluarga, Arif Wahyudi (28) nekat menilap alias menggelapkan uang perusahaanya hingga ratusan juta rupiah. Akibat perbuatannya, pria asal Desa Dawuhan Kidul, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri itu kini berurusan dengan pihak yang berwajib.

Arif Wahyudi diringkus petugas Satuan Reskrim Polres Kediri dari rumahnya. Selanjutnya, bapak satu anak ini harus mendekam di sel tahanan, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Kediri AKBP Kasero Manggolo mengatakan, terbongkarnya praktek penggelapan yang dilakukan Arif bermula dari laporannya ke Polsek Pagu, jika dirinya telah dirampok oleh dua orang pria sewaktu membawa uang sebesar Rp 113 juta milik perusahaanya, UD Lancar di Desa Mukuh, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, milik Hendro Utomo (30) warga Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri

Kepada penyidik, Arif berpura-pura, bahwa uang tagihan pembelian tepung dan terigu yang baru saja ia ambil, raib digasak para perampok berkendaraan Yamaha Vixion Awalnya, polisi hanya menerima laporan

Tetapi ternyata, kata Kapolres, berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa Arif membuat laporan palsu. Ia merekayasa kejadian perampokan itu, supaya bisa memiliki uang milik perusahaanya.

Polisi akhirnya berhasil menemukan tas yang digunakan Arif membawa uang di sebuah tempat kosong di Desa Mukuh. Namun didalamnya hanya berisi nota tagihan dengan nilai nominal Rp 17,5 juta.

Berbekal temuan itu, kemudian petugas meringkus pelaku dari rumahnya. Dia sempat berkelit. Tetapi setelah didesak, dan semua alibinya dimentahkan, akhirnya mengakui perbuatannya.

" Tersangka akan kita jerat dengan pasal 374 KUHP tentang penggelapan jo pasal 220 KUHP tentang laporan palsu. Kami masih mengembangkan kasus ini," terang AKBP Kasero Manggolo saat gelar perkara di Polres Kediri, Jumat (24/08/2012).

Saat dikonfirmasi, tersangka Arif mengaku, nekat menggelapkan uang perusahaanya karena terdesak kebutuhan ekonomi untuk keluarganya dan membayar biaya sekolah adiknya. Gaji yang diterima dari perusahaan, katanya kecil dan tidak cukup untuk memunuhi kebutuhan.

" Sewaktu awal bekerja digaji Rp 600 ribu per bulan. Tetapi akhir-akhir ini naik menjadi Rp 800 ribu per bulan. Namun, jumlah itu masih belum cukup," aku Arif. (nDol)