I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Nipu Anggota, Karyawan Koperindo Dirangket *Koperindo kebobolan Rp.2,5 Milyar.

Jumat, 07 September 2012 - 07:38:39 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 2509 kali

Kediri,m8nTera=Petualangan dan tipu muslihat, Setyo Kukuh Karyawanto (41) karyawan Koperindo Kantor Kas Tarokan, warga RT.02/02, Desa Pace Kulon, Kecamatan Pace, Nganjuk, berakhir sudah. Dia dirangket oleh Unit Reskrim Polsek Tarokan, di rumahnya, Rabu siang (5/9) sekitar pukul 13.00.WIB, dan digelandang menuju Mapolsek Tarokan untuk proses lebih lanjut.

Kapolsek Tarokan, AKP Suprapto, melalui Kanit Reskrim, Aiptu Rudi Hartono, menjelaskan, penangkapan Kukuh tersebut bermula atas laporan Suraji (34) salah satu anggota Koperindo, warga RT.03/10, Dusun Cangkring, Desa Pace Kulon, Kecamatan Pace, Nganjuk.

“Suraji datang ke Mapolsek Tarokan karena TKP berada di wilayah hukum Polsek Tarokan, dia merasa ditipu oleh Kukuh, uang angsuran kredit pada Koperindo yang dibayarkan melalui Kukuh, tetapi tidak di setorkan ke Koperindo,” jelas Rudi.

Informasinya, Suraji saat itu butuh dana untuk tambahan modal usaha. Karena Kukuh adalah tetangganya, dia percayakan pengurusan kreditnya melalui Kukuh. Saat itu, dia hanya membutuhkan modal Rp.2,5 juta dan langsung diproses oleh Kukuh dengan jaminan BPKB sepeda motor.

Dalam surat perjanjian, Suraji diwajibkan membayar selama 18 angsuran. Waktu itu, Kukuh menyarankan agar uang angsuran dititipkan kepadanya. Akhirnya, angsuran pertama hingga ke-10, oleh Suraji dititipkan Kukuh dan diberi kwitansi.

Ketika pada angsuran ke-11, Suraji membayar tidak melalui Kukuh, tetapi dia bayarkan sendiri ke Kantor Koperindo di Desa Tarokan. Namun betapa kagetnya hati Suraji, setelah dichek oleh petugas koperasi, ternyata Suraji dinyatakan belum pernah membayar sama sekali. Lebih kagetnya lagi, jaminan BPKB yang dia jadikan agunan, tidak sesuai dengan BPKB miliknya.

Suraji hanya bisa pasrah karena angsuran yang ke-11, oleh Koperindo dinyatakan sebagai angsuran pertama. Selanjutnya, dia membayar sampai 18 angsuran. Ketika sudah mencapai 18 angsuran, Suraji minta agar jaminan BPKB dikembalikan, namun oleh pihak Koperindo tidak dikabulkan.

“Saat itulah kedok penipuan dan penggelapan dalam pekerjaan yang dilakukan Kukuh terbongkar, karena pihak Koperindo langsung melakukan audit, setelah diaudit, ternyata Koperindo kebobolan Rp.2,5 milyar,” ujar Rudi.

Sementara, Kukuh saat diperiksa petugas Polsek Tarokan mengakui segala perbuatanya. Menurutnya, ada ratusan anggota Koperindo yang pengajuan kreditnya dia proses. Bahkan, 30 diantaranya orang sudah melapor ke Polres Nganjuk.

“Sebenarnya uang itu tidak saya pakai untuk keperluan pribadi, uang itu saya mainkan untuk menutup kredit macet, mungkin karena saya ambisi mengejar bonus, jadinya seperti ini,” terang adik ipar salah satu anggota Reskrim Polres Nganjuk ini.

Kini Kukuh harus mendekam di sel tahanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Polsek Tarokan. Reputasinya sebagai karyawan teladan di Koperindo harus dibayar dibalik jeruji besi.

“Karena telah melakukan penggelapan dalam pekerjaan dan tindak pidana penipuan, tersangka akan kami jerat dengan pasal 374 dan atau pasal 378 KUHP,” pungkas Rudi Hartono.(uji)