I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Pengurus PAN Kediri Luruk Kejaksaan

Selasa, 09 Oktober 2012 - 03:40:08 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1370 kali

Kediri,m8nTera=Geram dengan penanganan dugaan kasus korupsi mega proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran II Kediri yang stagnan, pengurus Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) Kota Kediri meluruk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. PAN mendesak supaya kasus yang menyeret sejumlah pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri itu segera dituntaskan.

Desakan dilakukan F-PAN melalui pengiriman surat resmi ke Kejaksaan. Langkah tersebut, juga sebagai bentuk antisipasi agar kasus yang sudah "mengendap" di Kejaksaan, sejak 2010 lalu itu tidak "dipeti eskan" alias ditutup rapat-rapat

" Kedatangan kami kemari (Kejaksaan, red) bertujuan untuk menanyakan kasus korupsi pembangunan RSUD Gambiran II Kediri yang sudah menjadi perhatian publik. Kita selaku lembaga kontrol juga peduli. Jadi pokok isi dari surat kami adalah menanyakan perkembangan kasus penanganan kasus itu," ujar Ketua DPD PAN Kota Kediri, Kholifi Yunon kepada sejumlah wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Kediri Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri, Senin (08/10/2012)

Menurut pandangan F-PAN, diterangkan oleh Kholifi, jika progres dari penanganan dugaan kasus korupsi RSUD Gambiran II Kediri selama ini stagnan. Ini bisa diketahui dari langkah-langkah hukum kejaksaan yang sudah menetapkan sejumlah tersangka, tetapi belum ada tindakan lebih lanjut.

" Sudah banyak pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka, tetapi sampai sejauh ini belum ada tindakan lebih lanjut. Sudah ada pemeriksaan, sudah ada tersangka, seharusnya kasus ini sudah bisa segera dituntaskan," kecam Kholifi

Di kalangan DPRD Kota Kediri, sejak awal F-PAN memang tidak setuju rencana pendirian RSUD Gambiran II Kediri. F-PAN, bahkan terang-terangan menolak usulan anggaran proyek multi years tersebut. Tetapi, karena keputusan diambil berdasarkan suara terbayak, maka F-PAN tidak kuasa untuk melakukan penyetopan kucuran dana yang ditaksir sudah mencapai ratusan milyar

Meskipun beranggapan bahwa penanganan kasus tersebut stagnan, tetapi F-PAN tidak memiliki niat untu menduga-duga ada "permainan" dibalik kasus itu. Tetapi sebaliknya, para pengurus PAN selalu berfikir positif terhadap Kejakasaan. F-PAN percaya sepenuhnya Kejaksaan mampu segera menyelesaikan kasus itu.

Kejaksaan sendiri memang belum berani menahan tiga orang oknum pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek pembangunan RSUD Gambiran II Kediri. Alasannya, mereka masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kerugian dalam kasus itu.

Tiga oknum pejabat Pemkot Kediri sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah, K, BS, dan W.

Ketiganya diduga menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri dalam proyek pembangunan RSUD Gambiran II Kediri.

Kasenan sebagai tersangka utama dugaan kasus pembangunan RSUD Gambiran II Kediri. Dia dianggap paling bertanggung jawab terhadap proyek multy years (2009-2013) senilai Rp 324 milliar. Sementara kerugian negara yang sudah ditemukan kejaksaan sebelumnya sebesar Rp 200 juta. (nDol)