I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Dihamili Kenalan Baru, Siswi SMA Lapor Polisi

Rabu, 10 Oktober 2012 - 18:42:07 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1302 kali

Kediri,m8nTera=Febri Susanto (20) warga Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Pasalnya, pemuda pengangguran itu diduga sudah menghamili seoang gadis yang masih duduk di bangku SMA.

Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Budi Nurtjahjo mengatakan, Febri dilaporkan oleh orang tua Rindu (16) tetangganya. Pihaknya akan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan.

Sesuai laporan korban, tindakan asusila itu diterima korban, pada 15 Maret 2012 lalu. Korban dijemput oleh terlapor yang notabene kenalan barunya. Dia diajak ke rumah terlapor

Kebetulan kondisi rumah dalam keadaan sepi, terlapor membujuk korban untuk melayani nafsu birahinya. Awalnya korban menolak. Tetapi, setelah dirayu, akhirnya korban tidak kuasa untuk menolak.

Di rumah terlapor, korban harus merelakan keperawanannya direnggut oleh kenalan barunya. Setelah itu, korban diantar pulang ke rumahnya, yang masih bertetangganya.

Semula orang tua korban tidak curiga. Sebab, korban bersikap wajar. Tetapi, pada bulan Juli lalu, korban tiba-tiba minggat dari rumah. Dia pergi ke rumah kerabatnya di Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Disana, korban menangis sejadi-jadinya

Tangisan korban membuat bingung pemilik rumah. Sementara korban tidak mengutarakan penyebab tangisan tersebut. Tidak lama kemudian, orang tuanya datang menjemput. Oleh orang tuanya, korban dibawa pulang.

Sebagai orang tua, tentunya khawatir terhadap anaknya. Orang tua korban mendesak agar buah hatinya itu berterus terang ihwal tangisannya secara mendadak itu. Betapa terkejutnya, orang tua korban, ternyata anak gadisnya yang masih sekolah sudah hamil.

Tidak hanya itu, korban juga berterus terang nama bapak janin yang ada di rahimnya. Sontak, orang tua korban naik pitam. Tetapi, kemudian mereka bisa mengendalikan. Orang tua korban memilih mendatangi rumah pemuda kurang ajar yang sudah merusak masa depan anaknya itu.

Saat didatangi orang tua korban, terlapor berterus terang. Bahkan, dia berjanji akan mempersunting korban untuk membuang aib yang sudah ditorehkan tersebut Semula orang tua korban lega. Tetapi, akhir-akhir ini, terlapor justru terkesan hendak lari dari tanggung jawab.

Sikap terlapor itu membuat orang tua korban jengkel. Terlebih, terlapor seakan tidak memiliki iktikad baik untuk memenuhi janjinya. Akhirnya, orang tua korban memilih untuk menempuh jalur hukum. Mereka melaporkan terlapor

"Kalau memang laporan tersebut benar, dan terlapor terbukti melakukan tindak asusila terhadap gadis dibawah umur, maka akan kita jerat dengan UU RI No.23 tahun 2002 pasal 81 jo 82 tentang perlindungan anak yang ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara," tegasnya, Rabu (10/10/2012). (nDol)