I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Mantan Sopir Kapolsek Tipu Calon Karyawan Bank

Rabu, 24 Oktober 2012 - 19:06:22 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1377 kali

Kediri,m8nTera=Mengaku anggota polisi dan mencatut nama ajudan Kapolres, Sugito (45) menipu calon karyawan bank. Akibatnya, mantan sopir Kapolsek tersebut harus berurusan dengan hukum.

Sugito alias Sigit diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Mojoroto, Kota Kediri. Pria asal Jalan Basuki Rahmad, Gang Nanas No 20 Desa Mai, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan itu sudah memperdayai Yufi Ermanto (31) warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

" Tersangka terbukti melakukan penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan. Dia kita jerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara," ujar Aiptu Totok, selaku Kasi Humas Polsek Mojoroto, Rabu (24/10/2012)

Totok menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, tersangka Sugito mengaku anggota polisi. Dia sudah berhasil mengeruk uang korban sebesar Rp 12 juta, dengan alasan sebagai syarat administrasi menjadi karyawan Bank BNI 46 Kediri.

Saat dikonfirmasi, tersangka Sugito membantah sudah berpura-pura sebagai anggota polisi. Dia mengaku, korban salah anggapan terhadap statusnya. Dia juga membantah telah mencatut nama ajudan Kapolres Kediri Kota bernama Aris.

" Dia (korban, red) bertanya apakah saya anggota kepolisian. Saya jawab tidak. Tetapi, mungkin korban menganggap saya anggota polisi. Saya mengklarifikasi semua itu," ungkap Sugito.

Sugito mengaku, belum lama kenal korban. Dalam perkenalan itu, katanya, korban meminta dibantu menjadi karyawan bank BNI 46 Kediri. Saat itu, tersangka bekerja sebagai sopir dari Kapolsek Mojoroto Kompol Dodik.

Merasa dekat dengan institusi kepolisian, Sugito mengambil keuntungan. Dia berpura-pura sebagai anggota kepolisian yang memiliki kenalan langsung dengan ajudan Kapolres. Lalu, tersangka menyatakan, sanggup mewujudkan keinginan korban dengan syarat harus menyediakan uang administrasi sebesar Rp 12 juta.

" Saya tanya, ijazahnya apa? Dia menjawab sarjana. Sekarang ini, saya rasa sudah bukan rahasia lagi jika masuk menjadi karyawan bank itu menggunakan uang. Taksiran saya kalau sarjana sekitar Rp 12 juta. Saya minta agar dia menyiapkan uang itu," terang Sugito.

Hari berikutnya, Sugito yang merubah nama menjadi Bambang Sigit bertemu dengan korban di Dermaga Joyoboyo Jalan Inspeksi Brantas, Kecamatan Mojoroto. Disana, korban menyerahkan uang yang diminta tersangka.

Setelah penyerahan uang itu, tersangka menjadi was-was. Dia takut sudah ditipu oleh tersangka. Kebetulan kerabat korban adalah salah satu anggota Polsek Mojoroto. Korban melacak nama tersangka melalui kerabatnya. Alangkah terkejutnya, ternyata nama Bambang Sigit tersebut tidak ada.

Merasa sudah diperdayai, korban melapor ke Polsek Mojoroto. Petugas yang menerima laporan korban, kemudian berupaya menjebaknya. Akhirnya, petugas berhasil mengamankan tersangka bersama barang bukti uang dan kwitansi pembayaran itu.

" Rencana saya uang itu saya selipkan pada berkas lamaran korban. Terus terang saya mengambil Rp 1 juta. Dan Rp 1 juta lagi saya berniat memberikan kepada mas Aris, ajudan Kapolres. Tetapi beliaunya tidak mau. Ini adalah inisiatif saya sendiri," tegas Sugito. (nDol)