I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

6 Oknum Pejabat Diduga Penerima Suap Diperiksa

Rabu, 13 Maret 2013 - 12:28:09 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 3037 kali

Kediri (beritajatim.com) - Tim Tipikor Polres Kediri Kota, Rabu (12/03/2013) siang ini memeriksa sebanyak enam oknum pejabat Kota Kediri yang diduga menerima aliran dana gratifikasi atau suap mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri. Penyidik bakal mengkonfrontir hasil temuan dokumen berisi transaksi keuangan gelap kepada mereka dengan besaran mencapai miliaran rupiah

" Hari ini, kita akan memeriksa enam orang diduga menerima aliran dana itu. Mereka adalah para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang pernah kita mintai keterangan," ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro, Rabu (12/03/2013)

Penyidik Tipikor menemukan dokumen berisi transaksi keuangan gelap ke sejumlah oknum pejabat itu dari PT. SGS, rekanan pelaksana proyek. Berdasarkan rekapan di dalam dokumen yang kini disita, ada belasan transaksi keuangan yang diduga tidak dapat dipertanggung jawabkan kepada sejumlah pejabat. Transaksi keuangan itu menggunakan sandi "Besi Beton"

Transaksi tersebut melalui nomor rekening dengan nama Fajar Purnama. Dari rekening Fajar Purnama itulah, aliran dana gratifikasi atau suap disalurkan. Kucuran dana itu sudah berlangsung sejak tahun 2008 dan terus berjalan sampai tahun ini. Totalnya sudah mencapai miliaran rupiah.

Selain dokumen berisi transaksi gelap serta nomor rekening penerima kucuran dana atas nama Fajar Purnama, penyidik telah memeriksa dua orang karyawan PT SGS yang berperan sebagai kurir penyalur dana. Dugaan praktek gratifikasi itu, akan terbongkar, setelah penyidik selesai mengkonfrontir keenam oknum pejabat dan pemilik rekening atas nama Fajar Purnama.

" Data atas nama Fajar menerima aliran dana cukup banyak dari PT SGS. Siapa pemilik rekening itu, akan kita mintai keterangan. Jumlah aliran dana mencapai miliaran dan sering kali dilakukan. Sekali transfer bisa mencapai Rp 400- 500 juta," terang Kapolres

Guna membongkrar dugaan praktek suap ke sejumlah oknum pejabat melalui rekening atas nama Fajar Purnama, imbuh Kapolres, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak perbankan.Polisi perlu mengetahui secara detail transaksi keuangan gelap tersebut, sebagai alat bukti tambahan.

Sebagaimana diberitakan, dana Jembatan Brawijaya mengalir ke sejumlah oknum pejabat. Bahkan, Kapolres menyebut, dana itu juga mengucur ke media massa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Tetapi, Kapolres belum menjelasakan secara detail aliran dana ke media dan LSM, dengan alasan perlu mengkonfrontir terlebih dahulu kepada pihak penerima. (nDol)