I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Korupsi Jembatan Brawijaya Kediri Walikota Penuhi Panggilan Pemeriksaan Tipikor

Kamis, 14 Maret 2013 - 23:20:38 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1142 kali

Kediri,m8nTera=Walikota Kediri Samsul Ashar memenuhi panggilan penyidik Tipikor Polres Kediri Kota, Kamis (14/03/2013) pagi. Orang nomor satu di 'Kota Tahu' itu langsung menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi mega proyek pembangunan Jembatan Brawijaya Kediri (2010-2013)

Walikota Samsul Ashar datang di Mapolres Kediri Kota, sekitar pukul 08.30 WIB. Pak Dokter, sapaan Samsul Ashar datang bersama kuasa hukumnya Arifin, SH.

Walikota menaiki mobil milik salah satu Kepala Dinas (Kadis) dan diturunkan halaman Mapolres Kediri Kota. Yang bersangkutan kemudian dimintai keterangan di ruang Kapolres Kediri Kota

Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro mengatakan, Walikota Samsul Ashar akan dimintai keterangan terkait pengusulan dan pengadaan proyek pembangunan Jembatan Brawijaya.

" Walikota Kediri  akan dimintai keterangan. Materi pertanyaan soal proses pengusulan pengadaan, interaksi Pemkot Kediri dengan DPRD dan yang lain yang menjadi kepatutan penyidik memintai penjelasan kepada yang bersangkutan," ujar Kapolres AKBP Ratno Kuncoro

Alasan utama penyidik Tipikor memanggil dan memintai keterangan Walikota, kata Kapolres, karena yang bersangkutan memberikan tanda tangan ke sejumlah dokumen proyek Jembatan Brawijaya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penyidik Tipikor menemukan indikasi gratifikasi atau suap pada proyek bernilai kontrak awal Rp 66 miliar. Dana miliaran mengalir dari PT Surya Graha Semesta (SGS), pelaksana proyek ke sejumlah oknum pejabat, media massa dan lembaga swadaya masyarakat.

Transaksi keuangan gelap tersebut menggunakan sandi 'Besi Beton'. Transfer dana melalui nomor rekening bank BCA atas nama Fajar Purnama. Pemilik rekening merupakan kerabatan Walikota yang tinggal di Perumahan Rejomulyo Estate. Yang bersangkutan digerebek polisi di rumahnya, Rabu (13/03/2013) dini hari kemarin

Penyidik sebelumnya mengkonfrontir keterangan lima dari enam orang terduga penerima aliran dana itu di Mapolres Kediri Kota. Mereka kalangan pejabat di lingkungan Pemkot Kediri dan Fajar Purnama. Setelah menjalani pemeriksaan hingga seharian, akhirnya Fajar dilepaskan pada Rabu malam.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkota) Kediri Agus Wahyudi hari ini memenuhi panggilan penyidik. Agus sedianya dimintai keterangan pada Rabu (13/03/2013) kemarin.(nDol)