I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Gara-gara SMS Nyasar Bejat! Usai Diperkosa, Gadis ABG Ditinggal di Hutan

Rabu, 20 Maret 2013 - 07:43:59 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 3018 kali

Kediri,m8nTera=Bermula dari pesan pendek SMS (Short Message Servis) nyasar ke hand phone (HP) miliknya, seorang gadis belasan tahun di Kediri harus menangalami kekerasan seksual. Dia diminta datang ke sebuah sumber mata air, kemudian diperkosa lalu ditinggalkan dalam keadaan telanjang.
 
Nasib malang tersebut dialami Kembang (14) bukan nama sebenarnya. Akibat perkosaan itu, kini asal Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri menjadi shock. Korban mengurung diri di dalam rumahnya dan tidak percaya diri bertemu orang lain.
 
Untung saja, penjahat kelamin yang sudah menghancurkan masa depan Kembang segera tertangkap. Pelaku bernama Mujianto (24) warga Dusun Bangunrejo, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten. Bondet, begitu sapaan tersangka kini tengah meringkuk di sel tahanan Polres Kediri.
 
Kepada penyidik yang memeriksanya, Bondet mengakui, semua perbuatannya. Dia berterus terangsang dengan kemolekan tubuh Kembang karena dalam pengaruh alkohol. Tersangka baru saja minum minuman keras jenis arak. Hingga kondisinya mabuk berat.

“ Korban sudah menolak, tetapi tersangka memaksa. Bahkan, tersangka sempat merobek celana dalam korban. Dalam keadaan tidak berdaya, akhirnya korban diperkosa,” kata Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurtjahjo, Selasa (19/03/2013)
 
Tersangka Bodet mengaku, mengenal korban dengan cara mengirim pesan SMS ke sejumlah nomor secara acak. SMS itu masuk ke HP korban. Kemudian mereka saling mengirimkan pesan. Merasa ada kecocokan, lalu tersangka mengajak ketemuan.
 
Tersangka Bondet meminta Kembang datang ke sumber air patihan di Desa Sumberagung. Tetapi, sebelum kedatangan korban, dia sudah mengkonsumsi miras. Sehingga, begitu korban sampai, tersangka sudah dalam keadaan mabuk.
 
Tersangka mengajak korban berhubungan layaknya suami-istri. Namun, ajakan itu ditolak oleh korban. Bahkan, korban langsung pamit pulang. Dasar penjahat kelamin, tersangka langsung mengejar korban dan menarik tangannya hingga terjatuh.
 
Tersangka yang sudah dikuasi nafsu, kemudian melucuti pakaian korban. Meskipun berusaha dihalang-halangi, tetapi tersangka terus memaksa. Hingga akhirnya celana dalam korban robek karena ditarik paksa oleh tersangka.
 
Dalam kondisi tidak berdaya itu, korban diperkosa secara kasar. Semua pakaiannya dilepaskan dan disetubuhi hingga berulang kali. Kemudian setelah puas, korban ditinggalkan dalam keadaan masih telanjang bulat di hutan.
 
Beruntung ada warga yang lewat. Warga mendengar tangisan korban. Kemudian warga menolong korban untuk diantarkan ke rumahnya. Oleh orang tuanya, kemudian korban dibawa ke Polsek Plosoklaten. Mereka melaporkan kejadian itu kepada polisi.
 
Tidak butuh waktu lama untuk menemukan Bondet. Dia dibekuk dari rumahnya. Selanjutnya, dia diseret ke Mapolsek Plosoklaten guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.
 
Tersangka Bondet terancam hukuman penjara selama 15 tahun. Sebab, polisi menjeratnya dengan Undang-undang tentang perlindungan anak. Polisi mengamankan celana dalam, BH, celana panjang dan kaos milik korban sebagai barang bukti. (nDol)