I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Masyarakat

Pengatur Air Zaman Kerajaan Gegerkan Kediri

Sabtu, 23 Maret 2013 - 07:09:36 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Masyarakat - Dibaca: 741 kali

Kediri,m8nTera=Masyarakat di sekitar Sumber Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri digegerkan dengan kemuculan sebuah situs purbakala. Temuan berupa batu bata berukuran besar diperkirakan penggalan zaman Kerajaan Kediri.

Sabar (65) penemu situs mengaku, sudah melihat beberapa tumpukan batu bata merah berukuran besar sejak 1992 silam. Tetapi, dia baru memberitahukan temuannya itu, ketika pihak kelurahan melakukan normalisasi sumber.

" Saya pernah melihat tumpukan batu bata merah besar itu di sumber. Selain itu, ada di berbagai titik di sekitar sumber. Tetapi saya tidak berani membongkarnya. Baru kemarin, ketika ada proses pembersihan sumber, saya memberitahu adanya batu bata besar itu. Kemudian batu bata itu diangkat ke atas," ujar Sabar, Jumat (22/03/2013)

Sabar yakin, di dalam sumber mata air itu masih terdapat banyak batu bata besar. Dia bahkan, mengaku, pernah menemukan sebuah arca disana. Tetapi, karena ulah jahil seseorang, patung peninggalan itu kini telah raib.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri telah mendatangkan Tim Ahli dari BP3 Trowulan untuk meneliti keberadaan situs yang diduga peninggalan zaman kerajaan itu.
 
Nugroho, selaku peneliti BP3 Trowulan mengatakan, akan memetakan keberadaan material batu bata besar untuk mengetahui lebih jelas bangunan di areal sumber. Dari perkiraanya, bangunan yang ada merupakan tempat pengatur saluran air pada zaman kerajaan.
 
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Kediri Nur Muhyar mengatakan, kedatangan tim BP3 Trowulan atas permintaan Pemkot Kediri, setelah menerima laporan dari warga. Jika tim berniat melakukan eksekavasi atau penggalian situs, pemkot akan mendukung dalam bentuk pendanaan

" Sekarang ini sedang ada normalisasi Sumber Dadapan. Tetapi, jika akan ada keperluan pelitian dari BP3 Trowulan, kami bisa menghentikan sementara. Kemudian mengenai rencana penggalian, tentunya kami akan membantu tim," kata Nur Muhyar. (nDol)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)