I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Korupsi Jembatan Brawijaya Intrik Politik, Minta Penyidikan Ditunda

Selasa, 26 Maret 2013 - 20:41:00 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1257 kali

Kediri,m8nTera=Penyidikan kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya Kediri kembali dikaitkan dengan intrik politik menjelang Pilwali Kediri, 29 Agustus mendatang. Polres Kediri Kota dianggap tidak fair, tendensius dan terdapat rekayasa

Demikian isi nota keberatan Saptono-Firdaus Law Offices (Safir) selaku kuasa hukum Walikota Kediri Samsul Ashar, selaku pihak terperiksa. Surat itu akan dikirimkan ke Kapolri Jendral Timur Pradopo, Irwasum Polri, Kapolda Jatim, Kabid Propam Polda Jatim dan Kapolres Kediri Kota

" Surat keberatan kami kepada Kapolda Jatim tertanggal 16 Maret 2013 belum mendapat respon. Kemudian, surat panggilan kepada klien kami tertanggal 25 Maret 2013 sangat dipaksakan. Oleh karena itu, kami selaku kuasa hukum menyampaikan permohonan dan tuntutan dalam nota keberatan kami," ujar Ahmad Suryono, SH dalam jumpa persnya, Selasa (26/03/2013)

Ada lima tuntutan di dalam isi surat itu antara lain, keberatan terhadap proses penyidikan, meminta Kapolri, Irwasum Polri, Kapolda Jawa Timur dan Kabid Propam Polda Jatim memeriksa independensi dan netralitas Kapolres Kediri Kota dan anak buahnya. Menindak tegas apabila melanggar independensi, netralitas dan profesionalitas penyidik

Tuntutan ketiga mengalihkan penyidikan kasus tersebut ke Polda Jatim karena sudah tidak proporsional dan mengarah ke intrik-intrik politik menjelang Pilwali Kediri, Agustus 2013 mendatang. Selanjutnya menunda seluruh proses penyidikan, dan meminta diadakan audit serta supervisi berkala agar proses penyidikan independen, netral dan profesional

Sebagaimana telah diberitakan, Polres Kediri Kota sudah menetapkan tiga orang tersangka. Mereka, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kasenan, Ketua Panitia Lelang Wiyanto dan Fajar Purnawijaya, diduga perantaran aliran dana dari PT Surya Graha Semesta (SGS) ke sejumlah oknum pejabat

Tim penyidik Tipikor Polres Kediri Kota menjadwalkan pemeriksaan terhadap Walikota Samsul Ashar sebagai saksi, pada Rabu (27/03/2013) besok. Tetapi, pihak kuasa hukumnya menegaskan, kliennya tidak akan hadir. Oleh karena itu, nota keberatan itu, hari ini juga akan diluncurkan ke Polres Kediri Kota

Sebelumnya, orang nomor satu di Kota Tahu itu jatuh sakit saat dimintai keterangan, pada 16 Maret lalu. Bahkan, dia sempat dirawat ke RS Internasional Surabaya. Kepolisian menjadwalkan ulang pemeriksaan, besok

Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro menilai bahwa nota keberatan yang akan diajukan kuasa hukum Walikota Samsul Ashar tidak lebih dari aspirasi. Dia akan menjawab surat nota keberatan itu, bahkan hingga ke Polda Jawa Timur.

" Kami tetap menjunjung tinggi azas hukum. Silahkan mengajukan keberatan. Kami akan menjawabnya. Di institusi kami sudah ada bidang yang menangani persoalan netralitas, dan fungsi itu berjalan dengan baik," kata Kapolres

Terkait rencana Walikota tidak akan memenuhi panggilan pemeriksaan, Kapolres akan melakukan upaya-upaya sesuai ketentuan perundang-undangan. Tetapi, dia tidak akan berandai-andai. (nng)