I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Curi Kelinci, Digebuki Hingga Pingsan

Selasa, 28 Mei 2013 - 08:43:54 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1457 kali

Kediri,m8nTera=Tertangkap basah mencuri tiga ekor kelinci dan satu ekor ayam, Koirul Safaatul Ahmad (26) babak belur digebuki ratusan massa. Untung saja, polisi datang untuk menyelamatkan jiwanya.
 
Meski demikian, kondisi Koirul sungguh memperihatinkan. Sekujur tubuhnya luka memar. Bahkan, dia sampai tidak sadarkan diri. Khawatir meninggal dunia, polisi bergegas membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pelem
 
Informasi yang dihimpun, Koirul mencuri kelinci dan ayam milik tetangganya sendiri Muji Suwarno(43) tinggal di sekitar Pasar Dermo, Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.
 
Koirul melakukan aksinya seorang diri. Berbekal karung sak, pria warga Desa Pranggang itu menerobos masuk ke pekarangan rumah korban. Sialnya, aksi pencurian itu pergoki Darminto (40) tetangga korban.
 
Lebih celakanya lagi, Darminto meneriakinya maling. Koirul yang terkejut berlari kea rah utara. Dia membawa karung yang berisi kelinci dan ayam hasil curian.
 
Teriakan Darminto ternyata mengundang warga. Tanpa dikomando warga bersama-sama mengejar Koirul. Pengejaran itu hingga di rumah mertuanya. Akhirnya, warga berhasil menangkapnya.
 
Koirul tidak dapat mengelak dari tuduhan sebagai pencuri ayam dan kelinci. Dia hanya bias pasrah saat warga menghujami dengan pukulan dan tendangan ke tubuhnya.
 
Pukulan dan tendangan bertubi-tubi itu membuat tumbuh Koirul lembung. Dia terjatuh hingga tak sadarkan diri. Beruntung, anggota Polsek Plosoklaten segera tiba di lokasi. Petugas langsung mengamankan Koirul dari amuk massa.
 
Kapolsek Plosoklaten  AKP Heri Siswoko mengatakan, pihaknya telah membawa pelaku ke RSUD Pelem. Sementara korban dan sejumlah warga yang melakukan penangkapan hingga aksi main hakim sendiri dipanggil untuk dimintai keterangan.
 
“ Pelaku masih dalam perawatan medis. Hingga kini belum bisa dimintai keteragan. Kasus ini masih dalam penanganan kami,” ujarnya, Sabtu (25/5/2013). (nng)