I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Politik

* Pilwali Kediri 2013 Terancam Dicoret, Cawawali ALP Angkat Bicara

Kamis, 13 Juni 2013 - 18:02:09 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 1215 kali

Kediri,m8nTera=Ali Imron, calon wakil walikota Kediri yang diusung Aliansi Lintas Partai (ALP) angkat bicara ihwal pembekuan kepengurusan sebagai Ketua DPC PBB  Kota Kediri oleh DPW PBB Provinsi Jawa Timur serta pengalihan dukungan ke pasangan calon incumbent Samsul Ashar-Sunardi (SAS).

" Kami belum menerima surat itu (careteker oleh DPW PBB melalui SK DPP PBB tertanggal 17 Mei 2013). Saya tahu dari berita di koran hari ini.  Terkait pembekuan itu, monggolah kalau ada pendapat seperti itu. Tentunya ada yang bertanggung jawab. Tetapi kronologisnya, kami tahu," ujar Ali Imron di rumahnya, sekaligus kantor skretariat bersama, Kantor DPC PBB dan ALP di Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri, Rabu (12/6/2013)

Pasangan dari mantan direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri Harry Muller itu menjelaskan, pada tanggal 30 Mei 2013 lalu KPU Kota Kediri telah melakukan klarifikasi SK DPC PBB Kota Kediri ke DPP PBB. Hasilnya, kata Ali Imron, DPP PBB membenarkan kepengurusan DPC PBB Kota Kediri.

"  Kalau ada informasi seperti itu (pembekuan DPC PBB Kota Kediri), KPU punya aturan sendiri. Kita lihat saja perkembangannya, informasi itu ada yang benar dan tidak. Seperti dukungan, tidak mungkin mendukung pak Samsul dan pak Sunardi, karena sudah memasuki pencalonan," imbuh Ali Imron.

Melalui realasnya,DPW PBB Provinsi Jatim dikabarkan telah membekukan kepengurusan DPC PBB Kota Kediri. Alasannya, Ketua DPC PBB Ali Imron tidak mengikuti mekanisme internal partai dalam proses penentuan dukungan. Ali Imron justru maju mencalonkan diri sebagai calon wakil walikota Kediri berpasangan dengan Harry Muller

Mengenai masalah pencalonan yang dianggap DPW PBB tidak mengikuti mekanisme internal partai itu, kata Ali Imron, DPC PBB Kota Kediri tidak dapat memutuskan. Karena, PBB Kota Kediri bergabung dengan ALP. Sedangkan, keputusan menjadi anggota ALP adalah hak prerogratif DPC PBB Kota Kediri.

" Diintern cabang ada Aliansi yang menentukan masalah pencalonan. Pencalonan sudah melalui berbagai tahapan. Termasuk musyawarah. Namun kita tidak bisa mengambil sikap, karena yang berperan ALP. Sementara penggabungan PBB ke ALP, merupakan hak prerogatif pengurus cabang," terus Ali Imron.

Ali Imron membantah jika dituding tidak pernah berkoordinasi dengan DPW PBB maupun DPP PBB. Dirinya selalu memberikan perkembangan mengenai pencalonan ke pimpinan yang ada diatasnya. Namun, karena banyak calon yang mendaftar, hingga akhirnya ALP memutuskan mepet dengan akhir masa pendafatran.

Terpisah, Ketua ALP Nurali mengaku, optimis pasangan calon yang diusung lolos selesai KPU Kota Kediri, termasuk seleksi administrasi. ALP berpedoman pada hasil verifikasi yang telah dilakukan KPU ke masing-masing dewan pimpinan pusat partai.

Diberitakan sebelumnya, paslon Harry Muller dan Ali Imron terancam dicoret KPU. Sebab, dukungan mereka dapat berkurang serta tidak mampu memenuhi syarat minimal KPU sebanyak 20.700 suara, apabila PBB menarik dukungan lalu mengalihkan ke pasangan calon incumbent SAS. Pengalihan dukungan itu dilakukan oleh DPW PBB Provinsi Jawa Timur, setelah melakukan pembekuan terhadap DPC PBB Kota Kediri melalui SK DPP PBB mulai tanggal 17 Mei 2013 lalu.

DPW PBB telah menyerahkan dua surat berisi pembekuan DPC PBB Kota Kediri serta penegasan pengalihan dukungan ke KPU Kota Kediri. Sementara KPU sendiri, tetap berpedoman pada hasil klarifikasi ke masing-masing pengurus partai pusat, pada 30 Mei 2013 lalu.

" Kita mengakui yang sudah apa yang kita terima saat pendaftaran itu. Masalah pencabutan maupun pergantian kepengurusan itu urusan partai. Urusan KPU yang bisa diganti itu pasangan calon. Dukungan dan kepengurusan tidak termasuk. Kita sudah melakukan klarifikasi, sehingga berita acara di KPU itu tetap sah," ujar Anggota KPU Kota Kediri Pokja Sosialisasi. (nng)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)