I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Pemerintahan

Pemkot Kediri Janji Beri Ganti Rugi

Jumat, 21 Juni 2013 - 14:23:28 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pemerintahan - Dibaca: 904 kali

Kediri,monTera=Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri tengah menginventarisir kerugian akibat banjir yang merendam ribuan rumah warga di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto. Pemkot berjanji akan memberikan ganti rugi

Pelaksana Tugas (Ptl) Kabag Humas Pemkot Kediri Eko Budiono mengungkapkan, pihaknya akan memberikan ganti rugi terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir. Pemkot segera mengusulkan biaya ganti rugi bencana banjir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

" Khususnya tanaman-tanaman padi yang terkena banjir diupayakan ganti rugi. Nanti akan dibantu dan diusulkan oleh Pemkot Kediri," janji pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Kediri itu, Senin (17/6/2013)

Terpisah, Walikota Kediri Samsul Ashar mengatakan, banjir yang melanda wilayah Kelurahan Ngampel disebabkan oleh perilaku buruk masyarakat. Banyak warga yang membuang sampah di sembarang tempat dan mengalih fungsikan selokan menjadi tempat menanam pisang.

" Fungsi dari drainase kurang. Masyarakat masih buang sampah disitu, membuang tanah juga disitu. Debit air yang datang lebih besar dari daya tampung," ujar Samsul Ashar usai melakukan kunjungan terhadap rumah-rumah warga yang terendam banjir.

Masih kata orang nomor satu di 'Kota Tahu', beberapa waktu sebelumnya, ia pernah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan yang kini terencam banjir. Dirinya kesal, karena drainase yang semestinya difungsikan sebagai saluran air, justru banyak ditumbuhi tanaman pisang.

" Masyarakat membakar sampah, kemudian memasukkannya ke selokan. Selain itu, tumbuhan pisang juga di selokan. Tanah juga demikian, dimasukkan kesana. Jadi, saya ingatkan kembali, partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan ini sangat perlu sekali," himbau Samsul Ashar.

Walikota Samsul Ashar mengaku, hari ini ia langsung memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Tata Ruang Kebersihan dan Pertamanan (DTRKP) untuk mengatasi persoalan banjir yang melanda wilayah Kelurahan Ngampel. Walikota meminta agar fungsi selokan dikembalikan dengan segera.

Sementara itu, sampai pagi ini, ratusan rumah warga masih tergenang banjir. Kendati berangsur surut, tetapi masyarakat mengaku, tetap khawatir terjadi banjir susulan. Sebab, intensitas hujan masih tinggi dan langit terlihat mendung tebal. Sedangkan, puluhan hektar lahan persawahan, sudah seperti rawa. (nng)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)