I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Politik

Naik Mobdin, Walikota Kediri Disemprit

Senin, 24 Juni 2013 - 17:06:46 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Politik - Dibaca: 693 kali

Kediri,m0nTera=Walikota Kediri mendapat peringatan keras dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat. Penyebabnya, calon petahana Pilihan Walikota (Pilwali) 2013 tersebut menggunakan mobil dinas (mobdin) saat mengikuti medical check up di Surabaya, beberapa waktu lalu.

" Ketika melakukan cek kesehatan, beliau menggunakan mobil plat merah. Padahal itu urusan pribadi, urusan pencalonan. Jadi, sebaiknya tidak menggunakan mobil plat merah," tegur Anggota Panwaslu Kota Kediri Divisi Pengawasan Mansur, Senin (24/6/2013)

Masih kata Mansur, Panwaslu Kota Kediri langsung menemui Walikota Kediri Samsul Ashar di rumah dinasnya, pada 7 Juni lalu. Panwaslu menyemprit (memberi peringatan melalui lisan, red) kepada orang nomor satu di Kota Tahu itu.

" Kita dari panwaslu sudah menemui pak Walikota, pada hari Jumat 7 Juni. Beliau malah menjawab demikian, ya sudah kalau ada urusan seperti ini saya naik bus saja. Sepertinya, kurang merespon," imbuh Mansur mengaku sangat kecewa.

Karena belum ada ketetapan dari KPU, imbuh Mansur, Panwaslu hanya bisa memberikan teguran secara lisan dengan sifat preventif pencegahan. Kendati demikian, tindakan Walikota Samsul Ashar tetap menjadi catatan bagi panwaslu.

Terpisah Ketua Tim Pemenangan pasangan calon walikota dan wakil walikota Kediri Samsul Ashar-Sunardi (SAS) Jaka Siswa Lelana mengatakan, pihaknya akan mawas diri, apabila tindakan yang dilakukan cawalinya dianggap pelanggaran.

" Yang jelas kalau disebut untuk kampanye, sekarang ini belum masa kampanye. Seperti setiap minggu menggunakan mobil dinas, karena memang bersahaja," ujar Jaka Siswa Lelana.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Kediri itu akan mengingatkan Walikota Samsul Ashar agar tidak menggunakan mobil dinas atau fasilitas Negara, apabila telah memasuki masa kampanye. Tim pemenangan tidak ingin paselon SAS melakukan pelanggaran, sehingga menjadi catatan panwaslu

" Kecuali sudah memasuki masa kampanye, jangan dong. Karena fasilitas pemerintah tidak boleh digunakan untuk kampanye. Tetapi kalau itu (memakai mobdin saat tes kesehatan) dianggap dan tidak diperbolehkan, kami akan memawas diri," kata mantan Anggota DPRD Kota Kediri pereode 2004-2009.

Tes kesehatan cawali dan cawawali Kediri telah dilaksanakan pada 28-29 Mei 2013 lalu. Tes kesehatan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya.

Sementara, tes kesehatan melibatkan 46 orang tim dokter. Sedangkan pemeriksaan tes meliputi, rekam jantung, pemeriksaan laboratorium meliputi cek darah dan urine, kemudian tes psikologi.

Dua orang calon terpaksa mengulang. Mereka, Harry Muller, cawali yang diusung Aliansi Lintas Partai (ALP) dan Sudjatmiko dari koalisi Partai Golkar dan Hanura. Hasil rapat pleno tim dokter dan KPU menyatakan, ketujuh paselon lulus tes kesehatan dan melaju ke tahapan berikutnya. (nng)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)