I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Ekonomi

Harga Anjlok, Pengepul Lempar Cabe ke Ibu Kota

Senin, 15 Juli 2013 - 15:50:43 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Ekonomi - Dibaca: 1162 kali

Kediri,m8nTera=Harga komoditas cabe di sejumlah pasar di Kediri mengalami penurunan drastis. Banyak pedagang besar (pengepul) memilih melempar (baca : menjual) barang dagangannya ke Ibu Kota Jakarta.

" Untuk saat ini harga cabe di Jakarta relatif stabil. Hari ini saya kirim 5 ton cabe kesana. Sementara disini (Pasar Grosir Ngronggo) harganya justru turun antara Rp 5-10 ribu per kilogram," kata Iwan (42) pedagang besar di Pasar Grosir Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri, Senin (15/7/2013) siang.

Harga cabe rawit di Pasar Grosir Ngronggo hari ini senilai Rp 45 ribu per kilogram. Sementara cabe merah besar satu kilogramnya hanya Rp 13 ribu. Padahal dua hari lalu, harga cabe rawit masih bertahan pada kisaran Rp 55-60 ribu per kilogramnya. Sedangkan cabe merah besar seharga Rp 16 ribu per kilogram.

" Di Jakarta, saya bisa jual cabe rawit Rp 55 ribu per kilogram. Sedangkan cabe besar bisa sampai Rp 20 ribu per kilogram. Tetapi, cabenya memang dalam kualitas yang jauh lebih baik dari ini," imbuh pria asal Dusun Batuaji, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri sambil menunjukkan cabe rawit hijau di lapaknya.

Turunnya harga cabe di Pasar Grosir Ngronggo dikarenakan, permintaan dari pembeli turun. Sementara stok cabe relatif stabil. Sehingga terjadi penumpukan stok cabe dalam dalam pasar jumlah banyak.

Sejumlah pedagang mengaku resah. Sebab, sebagian cabe mereka kini sudah mulai busuk. Mereka beramai-ramai menurunkan harga dan memilih mengobral cabe yang telah berwana coklat kehitam-hitaman dengan harga sangat rendah.

" Seperti ini, siapa saja yang membutuhkan, silahkan mengambil dengan harga berapapun. Pedagang yang tidak memiliki tempat pemasaran di luar, tentunya bingung. Tetapi, pedagang seperti saya ini bisa jual di luar. Sehingga tidak terlalu banyak cabe yang busuk disini," imbuh pria yang telah berdagang sejak Pasar Ngronggo berdiri, atau sekitar 8 tahun itu.

Iwan mampu menjual cabe ke Jakarta hingga dua rit atau sekitar 9 ton per hari. Dari jumlah itu, paling banyak cabe merah besar, karena relatif kuat bertahan dibanding cabe rawit. Sementara pasar yang dipilih yaitu Pasar Induk Tanah Tinggi

Musani (50) pedagang lainnya mengatakan, karena tidak mau merugi terlalu banyak, para pedagang cabe terpaksa banting harga. Penurunan paling tinggi pada cabe jenis impling atau rawit.

" Cabe merah besar semula menjelang puasa naik Rp 20 ribu per kilogram. Tetapi sekarang turun menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Cabe rawit yang dulu naik Rp 30 ribu per kilogram, kini merosot hampir 50 persen lebih. Sedangkan cabe lalapan turun mnjadi Rp 15 ribu per kilogram," kata Musani

Kondisi di Pasar Grosir Ngronggo berbeda dengan Pasar Setono Betek dan sejumlah pasar tradisional di Kota maupun Kabupaten Kediri. Di Pasar Setono betek, turunnya harga cabe tidak terlalu segnifikan, yaitu berkisar antara 3-5 ribu per kilogram. Hal ini, karena sejumlah pedagang menyesuaikan harga beli cabe dari Pasar Grosir Ngronggo

" Saya kulakan cabe rawit dari Pasar Grosir Rp 45 ribu per kilogram. Di Pasar Setono Betek saya jual Rp 48-50 ribu per kilogram. Sedangkan cabe merah besar Rp 12 ribu perkilogram, saya jual Rp 15-17 ribu per kilogram," kata Ani (32) pedagang Pasar Setono Betek.

Perlu diketahui, Pasar Grosir Ngronggo sehari omsetnya bisa mencapai Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar. Sehingga dalam sebulan bisa menembus Rp 90 miliar-Rp 120 miliar, karena Pasar Grosir Ngronggo tidak pernah libur. Pasar Grosir Ngronggo memasok sejumlah pasar induk di Indonesia, hingga luar Negeri. (nng)Kediri,m8nTera=Harga komoditas cabe di sejumlah pasar di Kediri mengalami penurunan drastis. Banyak pedagang besar (pengepul) memilih melempar (baca : menjual) barang dagangannya ke Ibu Kota Jakarta.

" Untuk saat ini harga cabe di Jakarta relatif stabil. Hari ini saya kirim 5 ton cabe kesana. Sementara disini (Pasar Grosir Ngronggo) harganya justru turun antara Rp 5-10 ribu per kilogram," kata Iwan (42) pedagang besar di Pasar Grosir Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri, Senin (15/7/2013) siang.


Harga cabe rawit di Pasar Grosir Ngronggo hari ini senilai Rp 45 ribu per kilogram. Sementara cabe merah besar satu kilogramnya hanya Rp 13 ribu. Padahal dua hari lalu, harga cabe rawit masih bertahan pada kisaran Rp 55-60 ribu per kilogramnya. Sedangkan cabe merah besar seharga Rp 16 ribu per kilogram.


" Di Jakarta, saya bisa jual cabe rawit Rp 55 ribu per kilogram. Sedangkan cabe besar bisa sampai Rp 20 ribu per kilogram. Tetapi, cabenya memang dalam kualitas yang jauh lebih baik dari ini," imbuh pria asal Dusun Batuaji, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri sambil menunjukkan cabe rawit hijau di lapaknya.


Turunnya harga cabe di Pasar Grosir Ngronggo dikarenakan, permintaan dari pembeli turun. Sementara stok cabe relatif stabil. Sehingga terjadi penumpukan stok cabe dalam dalam pasar jumlah banyak.


Sejumlah pedagang mengaku resah. Sebab, sebagian cabe mereka kini sudah mulai busuk. Mereka beramai-ramai menurunkan harga dan memilih mengobral cabe yang telah berwana coklat kehitam-hitaman dengan harga sangat rendah.


" Seperti ini, siapa saja yang membutuhkan, silahkan mengambil dengan harga berapapun. Pedagang yang tidak memiliki tempat pemasaran di luar, tentunya bingung. Tetapi, pedagang seperti saya ini bisa jual di luar. Sehingga tidak terlalu banyak cabe yang busuk disini," imbuh pria yang telah berdagang sejak Pasar Ngronggo berdiri, atau sekitar 8 tahun itu.


Iwan mampu menjual cabe ke Jakarta hingga dua rit atau sekitar 9 ton per hari. Dari jumlah itu, paling banyak cabe merah besar, karena relatif kuat bertahan dibanding cabe rawit. Sementara pasar yang dipilih yaitu Pasar Induk Tanah Tinggi


Musani (50) pedagang lainnya mengatakan, karena tidak mau merugi terlalu banyak, para pedagang cabe terpaksa banting harga. Penurunan paling tinggi pada cabe jenis impling atau rawit.


" Cabe merah besar semula menjelang puasa naik Rp 20 ribu per kilogram. Tetapi sekarang turun menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Cabe rawit yang dulu naik Rp 30 ribu per kilogram, kini merosot hampir 50 persen lebih. Sedangkan cabe lalapan turun mnjadi Rp 15 ribu per kilogram," kata Musani


Kondisi di Pasar Grosir Ngronggo berbeda dengan Pasar Setono Betek dan sejumlah pasar tradisional di Kota maupun Kabupaten Kediri. Di Pasar Setono betek, turunnya harga cabe tidak terlalu segnifikan, yaitu berkisar antara 3-5 ribu per kilogram. Hal ini, karena sejumlah pedagang menyesuaikan harga beli cabe dari Pasar Grosir Ngronggo


" Saya kulakan cabe rawit dari Pasar Grosir Rp 45 ribu per kilogram. Di Pasar Setono Betek saya jual Rp 48-50 ribu per kilogram. Sedangkan cabe merah besar Rp 12 ribu perkilogram, saya jual Rp 15-17 ribu per kilogram," kata Ani (32) pedagang Pasar Setono Betek.


Perlu diketahui, Pasar Grosir Ngronggo sehari omsetnya bisa mencapai Rp 3 miliar sampai Rp 4 miliar. Sehingga dalam sebulan bisa menembus Rp 90 miliar-Rp 120 miliar, karena Pasar Grosir Ngronggo tidak pernah libur. Pasar Grosir Ngronggo memasok sejumlah pasar induk di Indonesia, hingga luar Negeri. (nng)




Komentar : 0

Isi Komentar :

Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)