I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Keluarga Bantah Mugi Terlibat Teroris Anik : Suami Saya Hanya Ditumpangi Orang

Jumat, 26 Juli 2013 - 11:06:10 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1254 kali

Tulungagung,m8nTera=Pihak keluarga membantah Mugi Hartanto terlibat dalam jaringan teroris. Bapak dua anak itu hanya kebetulan diminta tumpangan sepeda motor oleh Rizal dan Dayat, dua terduga teroris yang tewas dalam penyergapan di depan warung kopi Jalan Raya Pahlawan, Tulungagung, Senin (22/7/2013) pukul 08.45 WIB kemarin.

" Suami saya pamit hendak Her (heregistrasi-membayar pajak) sepeda motor kakaknya, pak Sepin. Dia berangkat dari rumah pukul 07.30 WIB. Saya kebetulan berangkat lebih dahulu mengantar anak saya Husna (5,5) di TK Aisyah Penjor. Karena buku dan mukena Husna ketinggalan, saya minta tolong sekalian mengatarkan ke sekolahan," cerita Anik Sutrismi (31) suami Mugi.

Saat di depan TK Aisyah, Mugi berpapasan dengan Sapari (49) terduga teroris lain asal Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo bersama Rizal dan Dayat (dua teroris yang tewas dalam penyergapan). Kemudian, mereka menumpang sepeda motor Mugi turun (ke Tulungagung)

" Sebelumnya ada yang bersedia ngojek dua orang itu (Rizal dan Dayat. Tetapi karena ada anak saya bersedia mengantar tidak membayar, akhirnya mereka menumpang sepeda Mugi," sahut Yatiran, bapak mertua Mugi di Desa Gambiran, Pagerwojo

Jika buku dan mukena anaknya Husna tidak ketinggalan, ucap Yatiran, Mugi tidak sampai bertemu dengan Rizal dan Dayat. Anak menantunya seharusnya berangkat ke Tulungagung lewat jalur Gambiran-Tulungagung, tanpa melalui Desa Penjor.

Sementara Anik sendiri mengetahui kabar suami ditangkap polisi saat didatangi sejumlah anggota polisi, pada pukul 10.00 WIB. Lebih kagetnya lagi, ibu dua anak itu mendengar kabar jika suaminya ditembak hingga tewas karena sebagai teroris

" Saya langsung menghubungi Handphone (HP) suaminya. Nadanya aktif, tetapi tidak diangkat. Saya hanya bisa menangis histeris," ucap Anik meratap dengan cucuran air mata.

Hingga, Selasa (23/07/2013) pagi baik Anik maupun Yatiran dan keluarga belum mengetahui kabar Mugi. Anik tidak tahu harus menempuh jalur apa agar tahu kabar suaminya.

" Mugi memang disuruh kakaknya her motor. Dia sedang apes. Hanya ditumpangi saja. Kalau tahu mereka teroris, tentunya tidak mau. Benar-benar sedang apes," tegas Wiji, istri Sepin, kakak kandung Mugi. (nng)