I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Mugi, Terduga Teroris Seorang Pencari Rumput

Jumat, 26 Juli 2013 - 11:08:25 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1421 kali

Tulungagung,m8nTera=Mugi Hartanto (38) terduga teroris yang selamat dalam penyergapan Densus 88 Mabes Polri di depan warung Jalan Pahlawan, Tulungagung, Senin (22/7/2013) pukul 08.45 WIB kemarin sehari-hari sebagai peternak kambing.

Mugi, begitu panggilan akrabnya juga berprofesi sebagai guru honorer di salah satu SDN, wilayah Tulungagung. Dia lahir dari Desa Prambon, tetangga Desa Gambiran, Pagerwojo tempat tinggalnya sekarang ini.

" Sehari hari mencari rumput untuk makan kambing itu," ujar Anik Sutrismi (32) istri Mugi ditemui di rumahnya di Desa Gambiran RT 01 RW 03 Kecamatan Pagerwojo Tulungagung, Selasa (23/7/2013) pagi

Di depan rumah Mugi terdapat kandang kambing. Kambing-kambing itu milik Fajar, guru SMPN II Kauman Tulungagung yang dipelihara dengan sistem bagi hasil.

" Itu kambing untuk qur ban. Semuanya milik pak Fajar. Suami saya hanya memelihara. Nanti hasilnya dibagi. Jadi sehari-hari itu hanya mencari rumput," jelas Anik

Diakui Anik, suaminya juga berprofesi sebagai guru. Mugi mengajar bahasa inggris di SDN Geger III. Dalam seminggu, dia hanya masuk sekali yaitu hari selasa

" Suami saya guru honorer di SDN Geger III. Dia ngajar bahasa inggris, karena jamnya dirangkap, seminggu hanya masuk sekali. Dia ngajak mulai pagi hingga siang hari," masih kata Anik.

SDN Geger III terletak di Kecamatan Sendang. Dari rumah Mugi terpaut jarak hingga 20 kilometer, berada di sebelah utara. Tetapi, aktifitas rutin Mugi tidak lepas dari memelihara kambing dan berkebun.

Diakui Anik, suaminya pernah bertemu dengan Rizal, terduga teroris yang ditembak mati. Tetapi, hanya sekedar tahu karena aktifitas Rizal sebagai seorang da'i yang sering berceramah.

Selain itu, imbuh Anik, pertemuan Mugi dengan Rizal karena anak keduanya Husna bersekolah di TK/PAUD Aisyah, tempat dimana Rizal tinggal. Sementara Dayat, kata Anik tidak mengenal sama sekali.

" Kalau yang namanya Dayat itu sama sekali tidak kenal. Kata orang-orang dia baru tiga hari di Desa Penjor," ungkap Anik.

Sebagaimana diberitakan, pihak keluarga membantah Mugi Hartanto terlibat teroris. Keluarga yakin Mugi hanya tengah apes karena dimintai tumpangan gratis.

Mugi kebetulan hendak ke Tulungagung untuk membayar pajak sepeda motor Sepin, kakaknya. Saat mengantar buku dan mukena putrinya (Husna) di TK Aisyah berpapasan dengan Rizal dan Dayat. Akhirnya mereka turun bersama Sapari, terduga teroris lain yang selamat. (nng)