I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

* Terminal Tamanan Kediri Kumuh Pedagang Keluhkan Perbaikan Fasilitas Ruko

Jumat, 26 Juli 2013 - 11:13:24 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1467 kali

Kediri,m8nTera=Para pedagang permanen yang menempati ruko di kawasan Terminal Tamanan Kota Kediri mengeluh. Mereka meminta perbaikan fasilitas pertokoan yang sudah usang dan membahayakan.

" Lihat sendiri mas, atapnya sudah hancur. Kerangka atap juga banyak yang patah dan karatan. Seperti ini kan berbahaya bagi pembeli," ujar Pamuji pedagang bakso di ruko sebelah timur terminal, Rabu (24/7/2013)

Perbaikan fasilitas ruko, kata pria asal Tosaren, merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) sebagai pihak pengelola. Namun ironisnya, sejak ruko berdiri, pada tahun 1992 silam, hingga kini belum tersentuh perbaikan sama sekali

Padahal, kata bapak tujuh orang anak itu, dirinya sudah membayar mahal untuk mendapatkan ruko. Selain itu, setiap bulan dia harus membayar pungutan sebesar Rp 75 ribu melalui karcis yang diberikan petugas pengelola. Pedagang menyebut dengan istilah pajak

" Dulu saya dapatkan ruko ini melalui undian sebesar Rp 7,5 juta untuk hak pakai saja. Pada tahun 1992, nilai itu sangat besar. Saya harus menjual tanah seluas 15 rhu di kampung yang hanya diharga Rp 5 juta. Padahal, harga tanah seukuran itu sekarang lebih dari Rp 150 juta," kenang Pamuji.

Kerusakan fasilitas ruko yang hanya berukuran 3X4 meter itu, kata Pamuji berpengaruh terhadap pendapatannya. Pembeli berangsur-angsur sepi. Dan akibatnya penghasilannya terus mengalami penurunan.

" Sekarang untuk mendapatkan uang Rp 100 ribu sehari susah setengah mati. Paling hanya Rp 50-60 ribu sehari. Kalau pas rame sehari kurang lebih Rp 70 ribu. Kalau harus dikurangi pajak bulanan Rp 75 ribu, tinggal sedikit sekali, karena sekarang bahan baku bakso juga mahal," keluh Pamuji

Di kawasan sebelah timur Terminal Tamanan Kediri terdapat 18 ruko yang berjejer menghadap ke barat dan timur. Kesemua ruko, kondisinya sangat memprihatinkan. Kebanyakan ruko mengalami kerusakan pada atap dan pintu dari rolling. Kesemuanya diwajibkan membayar pungutan bulanan dari pengelola.

Kerusakan fasilitas ruko menyebabkan kawasan Terminal Tamanan menjadi semrawut. Sebab, selain itu penataan dagangan juga amburadul dan tidak rapih. Sehingga tidak sedap untuk dipandang. (nng)