I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Wakil Walikota Bisa Jadi Tersangka?

Senin, 26 Agustus 2013 - 16:24:49 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 1431 kali

Kediri,m8nTera=Kasus korupsi asuransi Pemkot Kediri mendapat perhatian kalangan akademisi. Pengamat hukum Universitas Brawijaya Dr. Priyo Djatmiko,SH,MS menilai semua pihak yang terlibat dalam kasus ini patut dijadikan tersangka.

“ Baik pihak pemegang polis maupun pihak yang mencairkan adalah satu kesatuan yang menyebabkan kerugian negara,” Kata Priyo ketika dihubungi, Kamis (22/8/2013)

Seperti diketahui kasus asuransi ini telah menyeret sejumlah nama sebagai tersangka salah satunya mantan walikota Kediri Maschut.
Terbaru kejaksaan tinggi Jatim telah melakukan pemanggilan terhadap Wakil walikota Kediri Abdullah Abubakar sebagai pihak yang melakukan pencairan dana asuransi tersebut. Hanya saja, pemanggilan pertama yang dilakukan pekan lalu itu tidak dipenuhi oleh Abu (Abdullah Abubakar).

Priyo menjelaskan pihak yang melakukan pencairan dana asuransi bisa jerat dengan pasal 55 ayat 1 KUHP. Pihak yang mencairkan merupakan pihak yang ikut serta bertanggungjawab atas kebijakan yang diambil.

“Undang-undang tindak pidana korupsi pasal 15 juga dengan jelas mengaturnya, ancaman pidana bagi yang turut serta melakukan korupsi,” Kata Priyo.

Terkait dengan pemanggilan Wakil Walikota Abu, Priyo menilai banyak motif hingga panggilan tersebut tidak bisa dipenuhi. Bisa saja karena sakit atau sengaja untuk menghindar. Kejati bisa melakukan pemanggilan kembali hingga tiga kali.

“Jika tidak hadir hingga pemanggilan ketiga, bisa dilakukan dengan penghadiran paksa,” Katanya.   

Sebelum Wakil Walikota Kediri Abu tidak memenuhi panggilan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim sebagai saksi kasus dugaan korupsi asuransi Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Selasa (13/8/2013).

Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim, Rohmadi mengatakan kalaupun yang bersangkutan tidak datang memenuhi panggilan, maka pihak Kejati akan melakukan pemanggilan untuk ke dua kalinya.

"Kita berharap agar datang untuk pemanggilan kedua. Agar semua lebih jelas terbuka," sambungnya.

Sekedar diketahui, kasus dugaan korupsi asuransi pegawai Pemkot Kediri adalah program yang diadakan pada masa Walikota Kediri HM Maschut. Program ini sempat tersendat karena dinilai merugikan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. (nng)