I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Catut Nama Wapres, Dosen Tertipu Investasi Bodong

Rabu, 25 September 2013 - 09:49:18 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 3912 kali

Kediri,m8nTera=Praktek penipuan dengan modus investasi 'bodong' mencatut nama Wakil Presiden RI Boediono. Ironisnya, korban adalah salah seorang dosen dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Malang.

Korban penipuan itu adalah Suko Prabowo (47) warga Jalan Supersemar Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Ia telah kehilangan uang tunainya sebesar Rp 50 juta, akibat tergiur investasi bodong di sebuah pabrik gula di Kabupaten Blitar.

Merasa tidak terima, Suko melaporkan rekan kerjanya  Purwadi Tacuk (54) warga Jalan Karanganyar Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. Terlapor selaku pihak yang menjadi makelar dari praktek penipuan investasi abal-abal tersebut.

Menurut data dari Polres Kediri Kota menyebutkan, penipuan itu terjadi, pada 2012 lalu. Semula terlapor menghubungi korban memberitahu ada proyek pengembangan Pabrik Gula di Desa Bence Kecamatan Garum Blitar milik Wapres Boediono

Bujuk rayu terlapor membuat korban tertarik. Dia kemudian datang ke rumah terlapor. Sesampainya di rumah terlapor, mereka membicarakan soal investasi di PG tersebut.

Dimana, perusahaan sedang membutuhkan dana untuk pengembangan. Apabila, ada pihak yang bersedia menanamkan modal, akan mendapatkan imbalan belipat.

Terlapor berusaha memperdayai korban agar menanamkan dana sebesar Rp 50 juta. Dari jumlah itu, korban akan memperoleh kompensasi tanah seluas 30 rhu yang berbentuk sertifikat, dengan nilai Rp 2 milyar

Korban lantas mentrasfer uang miliknya sebesar Rp 50 juta ke nomor rekening terlapor. Kiriman uang itu secara bertahap, melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jalan Kilisuci Kota Kediri.

Setelah uang tertransfer, korban mengecek ke lokasi berdirinya pabrik, sebagaimana disebutkan terlapor. Alangkah terkejutnya korban, ternyata proyek tersebut bukan milik Wapres Boediono.

Sadar menjadi korban penipuan, korban berusaha menghubungi terlapor. Tetapi tidak berhasil. Setelah menunggu hampir satu tahun, akhirnya korban melapor ke Polres Kediri Kota

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Surono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

" Benar, kami telah menerima laporan penipuan investasi yang mencatut nama wakil presiden. Saat ini sedang kita selidiki," ujar AKP Surono, Selasa (24/9/2013)

Polisi telah mengamankan 3 lembar Bukti transfer dan 1 lembar tanda terima uang sebesar Rp 50 juta sebagai barang bukti. Polisi juga menghimbau, agar masyarakat tidak cepat mempercayai praktek-praktek investasi yang belum jelas. (nng)