I  
This is an example of a HTML caption with a link.
Home | Hukum & Kriminal

Seekor Ayam, Bapak Anak Masuk Penjara

Rabu, 02 Oktober 2013 - 15:26:20 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 5702 kali

KEDIRI,monTera=Niatnya ingin membahagiakan tiga anaknya untuk bisa makan, seorang ayah di Kediri, malah masuk bui. Pasalnya, pria yang ditingggal istrinya pergi merantau ke Kalimantan ini mencari sesuap nasi dengan mencuri ayam milik tetangga desanya sendiri. Ironisnya, sang Ayah menjalankan aksi kejahatannya, dengan mengajak anaknya yang masih dibawah umur.

Akibat perbutannya, Mardi (48) kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Ngadiluwih. Tidak hanya itu, SI (16) bocah lulusan SD juga ikut menjalani hukuman di dalam bui. Bahkan, keduaya sempat digebuki warga. Sementara seekor ayam jago (jantan) hasil kejahatan mereka kini disita sebagai barang bukti.

Dengan mata berbinar-binar, Mardi menyesal telah mencuri seekor ayam milik Wayan Sulistyo Warga Desa Bedug Kecamatan Ngadiluweh. Apalagi, dalam menjalankan aksinya mengajak anak nomor duanya yang baru saja terjatuh dari pohon dan mengalami luka patah pada lengan kirinya. “Saya menyesal pak. Kalau dipenjara, bagaimana dengan anak saya dirumah yang usianya masih 14 tahun,” kata Mardi sambil mengusap air matanya.
 
Menurut pengakuan pria bertubuh kurus dan pendek ini sebenarnya tidak ada niatan untuk mencuri seekor ayam. Saat itu, dia bersama anaknya berboncengan dan saat tepat dirumah korban, tiba-tiba ban sepeda ontelnya kemps. Lantas, sang ayah turun dan berinisiatif mencari pinjaman pompa angina. “Saat itu niat saya mencari pinjaman pompa angina, saya ketok berkali-kali pemilik rumah tidak muncul-muncul, akhirnya ada seekor ayam dan langsung timbul ingin mencurinya,” jelasnya.
 
Namun naasnya, belum sampai ketangkap seekor ayam jantan, pemilik rumah terbangun dan langsung memergokinya. “Dalam hati saya, saya ingin mengambil ayam itu untuk membeli beras, dan baru kali ini mencuri ayam, karena memang sangat terpaksa,” kata Mardi yang mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa beras untuk warga miskin (Raskin) ataupun Bantuan Langsung Sementara Miskin (BLSM).
 
Setelah dipergoki pemilik rumah, bukannya langsung diselesaikan secara damai, namun malah dilaporkan ketetangga sekitar yang akhirnya, warga yang geram selama ini ternak ayam mereka sering hilang, langsung beramai-ramai menghakiminya. Setelah puas, warga selanjutnya menyerahkan ke pihak kepolisian. “Sempat dihajar massa, wajah saya, terutama sakit sekali, entah siapa yang memukul, seingat saya warga ramai-ramai memukuli saya dan selanjutnya saya dibawa kepolisi,” jelasnya.
 
Pengakuan yang sama juga diungkapkan SI, dia mengaku menyesal saat itu mau diajak ayahnya mencuri, dan tidak sempat menolak ataupun memberikan nasehat ayahnya untuk tidak  berbuat jahat. “Saya menyesal, kenapa saat itu saya mau dan tidak mengingatkan bapak agar tidak mencuri,” terangnya sambil sedikit merintih karena kaki kirinya yang patah masih dibopong.   
Sementara itu, Kasi Humas Polsek Ngadiluwih, Aiptu Untung Margono terpaksa menjebloskan Bapak dan Anak ini ke penjara, karena permintaan dari warga. “Mungkin nominal dari yang dicuri tidak seberapa. Kalau boleh jujur, saya juga tidak ingin menahan mereka. Tapi mau gimana lagi, masyarakat yang meminta, kalau tidak ditahan, kita, korps POLRI bisa menjadi sasaran mereka (masyarakat),” terangnya.
 
Apalagi, lanjut Untung, diwilayah hokum Polsek Ngadiluweh seringkali adanya laporan dari masyarakat, maraknya curi hewan ternak. Mulai dari ayam, burung dan juga hewan ternak lain. “Meski saya yakin dengan kepolosan Pak Mardi ini baru sekali menjalankan aksi pencurian, tapi masyarakat yang sudah resah. Akhirnya dilampiaskanlah pada mereka berdua ini,” jelasnya.
 
Dihadapan kedua tersangka, Untung berkali-kali menghiburnya, dan tidak perlu khawatir akan kondisi anaknya yang masih duduk dibangku SMP di Ngadiluweh. “Sudah, jenengan mboten (tidak) usah khawatir, disini makan kalian akan terjamin, baju-baju besuk akan saya bawakan agar bisa buat ganti. Selain itu, nanti saya akan mendatangi rumah jenengan untuk memastikan keluarga bapak ada yang mengurusnya,” kata Untung saat menjawab keluhan Mardi jika tidak punya baju ganti lagi.
  
Untuk juga memberikan nasehat, agar Mardi tidak mengulangi perbuatannya melakukan tindak pidana pencurian. Apalagi, sambil melibatkan anaknya yang masih dibawah umur. “Lain kali jangan diulangi ya Pak? dan kamu, lain kali jangan mau kalau diajak bapakmu mencuri,” kata Untung.
 
Sementara itu, sesuai dengan prosedur yang dijalankan pihak kepolisian, pihak unit reskrim Polsek Ngadiluweh tetap memproses keduanya sesuai undang-undang yang berlaku. Yakni dilakukan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Keduanya akan kami kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” ungkap Untung Margono.(rIF)